Minggu, 28 November 2010

Panduan Mempelajari Bahasa Jepang – BAB 7 – BENTUK KALIMAT (Bunpou)

Panduan Mempelajari Bahasa Jepang – BAB 7 – BENTUK KALIMAT (Bunpou)
-ooOoo-

Kalimat Praktis

Kalimat praktis adalah kalimat yang memiliki pola lkalimat paling dasar dalam Bahasa Jepang yang berbeda dengan pola kalimat Bahasa Indonesia, yakni SOP (subjek, objek, predikat). Contohnya sebagai berikut.

Kalimat dalam Bahasa Indonesia :
Heni membeli mobil = Pola kalimat S-P-O

Kalimat dalam Bahasa Jepang :
Heni-san wa jidousha wo kaimasu = Pola kalimat S-partikel wa-O-partikel wo-P

Bentuk kalimat dasar terdiri atas kalimat positif, negatif, dan kalimat tanya. Pola kalimat dasar inilah yang nantinya akan dikembangkan menjadi kalimat yang lebih kompleks atau lengkap.

1. Kalimat Dasar Praktis
Pola Kalimat Positif
A + partikel wa + B + desu

Keterangan
A    : berfungsi sebagai subjek/topik kalimat
Wa    : partikel yang menandakan kalimat sebelumnya adalah sebuah topik kalimat/subjek
B    : berfungsi sebagai keterangan subjek dalam sebuah kalimat
Desu    : digunakan setelah kata benda. Menandakan bentuk formal pada sebuah kalimat positif.

Contoh kalimat positif :
Tanaka-san wa nihonjin desu. (Tanaka adalah orang Jepang.)
-ooOoo-

Pola Kalimat Negatif
A + partikel wa + B + dewa arimasen

Keterangan
~dewa arimasen : merupakan bentuk negatif dari desu untuk menandakan kalimat tersebut adalah kalimat yang memiliki makna pengingkaran, yakni bukan atau tidak dalam bentuk yang formal. Dalam bahasa percakapan, ~dewa arimasen bisa disingkat dengan ~dewa nai.

Contoh kalimat negatif :
Watashi wa meisha dewa arimasen. (Saya bukan dokter mata.)
-ooOoo-

Pola Kalimat Tanya
A + partikel wa + B + desuka?

Keterangan
~desuka : merupakan bentuk kata tanya dalam bentuk formal. ~ka sendiri memiliki makna ‘apakah’.

Contoh kalimat tanya :
Rika-san wa kirei desuka? (Apakah Rika cantik?)
Jawaban ‘ya’
Hai, Rika-san wa kirei desu. (Ya, Rika cantik.)
Jawaban ‘tidak’
Iie, Rika-san wa kirei dewa arimasen. (Tidak, Rika tidak cantik.)
-ooOoo-

Pola Kalimat Lampau Positif
A + partikel wa + B + deshita

Keterangan
~deshita : merupakan bentuk lampau dari ~desu. Memiliki makna ‘dulu’ dalam bentuk kalimat positif.

Contoh kalimat lampau positif :
Tenten-san wa mazushii hito deshita. (Dulu, Tenten orang yang miskin.)
-ooOoo-

Pola Kalimat Lampau Negatif
A + partikel wa + B + dewa arimasen deshita

Keterangan
~dewa arimasen deshita : merupakan bentuk lampau dari ~dewa arimasen dan memiliki makna ‘bukan’ dalam bentuk kalimat negatif.

Contoh kalimat lampau negatif :
Atsushi-san wa jouzu dewa arimasen deshita. (Dulu, Atsushi tidak pintar.)


2. Kalimat Dasar Praktis Berobjek
Pola Kalimat Positif
A + partikel wa + B + partkel wo + kata kerja~masu

Keterangan
A             : berfungsi sebagai subjek/topik kalimat
Wa             : partikel yang menandakan kalimat sebelumnya adalah sebuah topik kalimat/subjek
B             : berfungsi sebagai objek
Wo             : partikel yang menunjukkan objek suatu perbuatan (objek langsung)
Kata kerja~masu : kata kerja yang digunakan sebagai predikat untuk menerangkan objek dalam kalimat positif

Contoh kalimat positif :
Haha wa tegami wo kakimasu. (Ibu menulis surat.)
-ooOoo-

Pola Kalimat Negatif
A + partikel wa + B + partikel wo + kata kerja~masen

Keterangan
Kata kerja~masen : bentuk negatif dari kata kerja dalam bentuk ~masu dan memiliki makna pengingkaran, yakni bukan atau tidak. Dalam bahasa percakapan ~masen bisa disingkat dengan ~nai.

Contoh kalimat negatif :
Rukia-san wa zasshi wo yomimasen. (Rukia tidak membaca majalah.)
-ooOoo-

Pola Kalimat Tanya
A + partikel wa + B + partkel wo + kata kerja~masuka?

Keterangan
Kata kerja~masuka : bentuk kalimat tanya dalam kalimat formal. ~ka sendiri memiliki makna ‘apakah’.

Contoh kalimat tanya :
Anata wa ongaku wo kikimasuka? (apakah kamu mendengarkan musik?)
-ooOoo-

Pola Kalimat Lampau Positif
A + partikel wa + B + partikel wo + kata kerja~mashita

Keterangan
~mashita : Kata kerja yang berfungsi sebagai predikat untuk menerangkan objek dalam kalimat positif lampau dan memiliki makna ‘telah’.

Contoh kalimat lampau positif :
Heiwa-san wa nooto wo kakimashita. (Heiwa telah menulis catatan.)
-ooOoo-

Pola Kalimat Lampau Negatif
A + partikel wa + B + partikel wo + kata kerja~masen deshita

Keterangan
~masen deshita : merupakan bentuk negatif dari (kata kerja)~mashita. Dalam bahasa percakapan ~masendeshita bisa disingkat dengan ~nakatta.

Contoh kalimat lampau negatif :
Ken-san wa hon wo kakimasen deshita. (Ken tidak lagi menulis buku.)
-ooOoo-

3. Keterangan Topik yang Sama Berupa Kata Sifat (Adjektiva)

Berakhiran ~i

Jika ingin menyambungkan dua kata sifat berakhiran ~i maka huruf i paling akhir pada kata sifat tersebut dihapus dan diganti dengan ~kute.

# Pola Kalimat Positif

Kalimat 1     : A + wa + kata sifat ~i + desu
Kalimat 2     : A + wa + kata sifat ~i + desu
Manjadi    : A + wa + kata sifat ~kute 1 + kata sifat kedua + desu

Keterangan
A        : keterangan topik/subjek.
~kute        : bentuk sambung dari kata sifat berakhiran ~i, bermakna dan.
Kata sifat 1 : berfungsi sebagai keterangan topik/subjek pada kalimat pertama.
Kata sifat 2 : berfungsi sebagai keterangan topik/subjek pada kalimat kedua. Sebagai catatan kata sifat yang terletak di akhir kalimat dibiarkan seperti adanya dan tidak mengalami perubahan.

Contoh kalimat positif :
Kalimat 1     : Kono kamera wa furui desu.
Kalimat 2     : Kono kamera wa omoi desu.
Menjadi    : Kono kamera wa furukute omoi desu.

# Pola Kalimat Negatif


Kalimat 1     : A + wa + kata sifat ~kunai + desu
Kalimat 2     : A + wa + kata sifat ~kunai + desu
Menjadi     : A + wa + kata sifat ~kunakute 1 + kata sifat ~i 2 + desu

Contoh Kalimat Negatif :
Kalimat 1     : Sono ringo wa yasukunai desu.
Kalimat 2     : Sono ringo wa oishikunai desu.
Menjadi     : Sono ringo wa yasukunakute oishikunai desu.

Berakhiran ~na

Penyambungan kata sifat berakhiran ~na hampir sama dengan penyambungan pada nomina, yakni cukup menghilangkan ~na lalu diganti dengan kata sambung de.

# Pola Kalimat

Kalimat 1    : A + wa + kata sifat ~na + desu
Kalimat 2     : A + wa + kata sifat ~na + desu
Menjadi     : A + wa + kata sifat ~na 1 + de + kata sifat ~na 2 + desu

Keterangan
A        : keterangan topik/subjek.
de        : bentuk sambung dari kata sifat berakhiran ~na, dan memiliki makna “dan”. De ini berasal dari kata desu
Kata sifat 1 : berfungsi sebagai keterangan topik/subjek pada kalimat pertama.
Kata sifat 2 : berfungsi sebagai keterangan topik/subjek pada kalimat kedua.

Catatan!
Akhiran ~na pada kata sifat berakhiran ~na tidak dimunculkan setelah desu. ~na baru akan muncul bila diikuti dengan kata nomina. (kata benda).

Contoh :

^ Kurasu no heya wa shizuka desu. (Ruang kelas sejuk.)
^ Watashi no heya wa shizukana heya desu. (Kamar saya adalah kamar yang sejuk.)

Contoh kalimat :

Kalimat 1    : kono kaban wa kirei desu. (tas ini bagus.)
Kalimat 2    : kono kaban wa joubu desu. (tas ini kuat.)
Menjadi    : kono kaban wa kirei de joubu desu. (tas ini bagus dan kuat.)

4. Keterangan Topik Masing-masing Berupa Kata Sifat (Adjektiva)


Berakhiran ~na dan ~i

Penggabungan kata sifat berakhiran ~na dengan kata sifat berakhiran ~i hampir sama dengan penggabungan pada nomina, yakni cukup menghilangkan ~na lalu diganti dengan kata sambung de yang memiliki makna “dan”.

# Pola Kalimat

Kalimat 1    : A + wa + kata sifat ~na + desu
Kalimat 2     : A + wa + kata sifat ~i + desu
Menjadi     : A + wa + kata sifat ~na + de + kata sifat ~i + desu

Keterangan
A        : keterangan topik/subjek.
de        : bentuk sambung dari kata sifat berakhiran ~na, dan memiliki makna “dan”. De ini berasal dari kata desu
Kata sifat 1 : kata sifat berakhiran ~na yang berfungsi sebagai keterangan topik/subjek pada kalimat pertama.
Kata sifat 2 : kata sifat berakhiran ~i yang berfungsi sebagai keterangan topik/subjek pada kalimat kedua.

Contoh kalimat :
Kalimat 1    : Nihongo wa kantan desu. (Bahasa Jepang mudah.)
Kalimat 2    : Nihongo wa omoshiroi desu. (Bahasa Jepang menarik.)
Menjadi    : Nihongo wa kantan de omoshiroi desu. (Bahasa Jepang mudah dan menarik.)
-ooOoo-

Bab 7 – Bentuk Kalimat, selesai. Semoga pelajaran hari ini dapat bermanfaat bagi kalian semua. Silakan dicoba kembali! Jika ada pertanyaan atau komentar, dapat bertanya ke saya, seputar pelajaran Bahasa Jepang yang saya ajarkan ini. Mata ashita, ganbatte yo!

Panduan Mempelajari Bahasa Jepang – BAB 6 – KATA TUNJUK (Shiji)

Panduan Mempelajari Bahasa Jepang – BAB 6 – KATA TUNJUK (Shiji)

-ooOoo-

Dalam Bahasa Jepang, kita mengenal beberapa bentuk kata tunjuk, salah satunya untuk menunjukkan arah dan tujuan. Berikut adalah kata tunjuk yang dimaksud.

Ko = ini, dipakai untuk menunjukkan arah atau tujuan yang dekat dengan pembicara.
So = itu, dipakai untuk menunjukkan arah atau tujuan yang jauh dari pembicara tapi dekat dengan lawan bicara.
A = itu (jauh), dipakai untuk menunjukkan arah atau tujuan yang jauh, baik dari pembicara ataupun lawan bicara.
Do = kata tanya untuk menanyakan arah.

# Kata Tunjuk yang Menyatakan Arah atau Suatu Tempat (Koko, Soko, Asoko, Doko).

Contoh kalimat dalam bentuk positif

~ Watashi wa koko de pan wo tabemasu. (Saya makan roti di sini.)
~ Soko ni toire ga arimasu. (Di sana ada toilet.)
~ Asoko ni watashi no gakkou ga arimasu. (Di sana ada sekolah saya.)

Contoh kalimat dalam bentuk negatif

~ Koko ni terebi ga arimasen. (Di sini tidak ada televisi.)
~ Soko ni tabako wo suitemasen. (Di sana tidak boleh merokok.)
~ Asoko ni ame ga futteimasu. (Di sana tidak turun hujan.)


Contoh kalimat dalam bentuk pertanyaan

~ Anata no kaisha wa doko ni arimasuka? (Kantor kamu ada di mana?)
~ Takuji-san wa doko ni imasuka? (Takuji ada di mana?)

# Kata Tunjuk yang Menyatakan Arah atau Suatu Tempat (Kochira, Sochira, Achira, Dochira).

Contoh kalimat dalam bentuk positif

~ Tokyo eki wa kochira desu. (Stasiun Tokyo di sebelah sini.)
~ Sochira wa higashi desu. (Di sebelah sana adalah Timur.)
~ Achira ni watashi no gakkou ga arimasu. (Di sebelah sana ada sekolah saya.)

Contoh kalimat dalam bentuk negatif

~ Kochira ni terebi ga arimasen. (Di sebelah sini tidak ada televisi.)
~ Sochira ni tabako wo suitemasen. (Di sebelah sana tidak boleh merokok.)
~ Achira ni ame ga futteimasu. (Di sebelah sana tidak turun hujan.)


Contoh kalimat dalam bentuk pertanyaan

~ Anata no kaisha wa dochira ni arimasuka? (Kantor kamu ada di sebelah mana?)
~ Yuubinkyoku wa dochira desuka? (Kantor pos ada di sebelah mana?)

# Kata Tunjuk Benda yang Tidak Harus Diikuti oleh Kata Benda dan Dapat Berdiri Sendiri (Kore, Sore, Are, Dore).
Contoh kalimat dalam bentuk positif

~ Kore wa eigo no jisho desu. (Ini adalah kamus bahasa Inggris.)
~ Sore wa Ryuji-san desu. (Itu adalah Ryuji.)
~ Are wa Shion-san no ie desu. (Itu rumah Shion.)

Contoh kalimat dalam bentuk negatif

~ Kore wa nihongo no shinbun dewa arimasen. (Ini bukan koran berbahasa Jepang.)
~ Sore wa Mayumi-san no jisho dewa arimasen. (Itu bukan kamus milik Mayumi.)
~ Are wa yuumei resutoran dewa arimasen. (Itu bukan restoran yang terkenal.)

Contoh kalimat dalam bentuk pertanyaan

~ Chika-san no hon wa dore desuka? (Yang mana buku milik Chika?)
~ Yuki-san no mannenhitsu wa dore desuka? (Yang mana pulpen milik Yuki?)


# Kata Tunjuk Benda yang Harus Diikuti oleh Kata Benda dan Tidak Dapat Berdiri Sendiri (Kono, sono, Ano, Dono).

Contoh kalimat dalam bentuk positif

~ Kono josei wa kirei desu. (Perempuan ini cantik.)
~ Sono ryouri wa hontou ni oishii desu. (Masakan itu enak sekali.)
~ Ano yama wa takai desu. (Gunung itu tinggi.)

Contoh kalimat dalam bentuk negatif

~ Kono otoko wa hansamu dewa arimasen. (Laki-laki ini tidak tampan.)
~ Sono kamera wa yasui dewa arimasen. (Kamera itu tidak murah.)
~ Ano nooto wa taisetsu dewa arimasen. (Catatan itu tidak penting.)

Contoh kalimat dalam bentuk pertanyaan

~ Kono shinbun wa anata no desuka? (Apakah koran ini milik anda?)
~ Rina-san wa dono hito desuka? (Yang mana orang yang bernama Rina?)

-ooOoo-

Bab 6 – KATA TUNJUK, selesai. Semoga pelajaran hari ini dapat bermanfaat bagi kalian semua. Silakan dicoba kembali! Jika ada pertanyaan atau komentar, dapat bertanya ke saya, seputar pelajaran Bahasa Jepang yang saya ajarkan ini. Mata ashita, ganbatte yo!

Kamis, 11 November 2010

Soal Latihan Untuk Bab 1 - 5

Soal Latihan Untuk Bab 1 - 5 (Mondai wa, shō 1 - 5)

-ooOoo-
Moshi-moshi minna-san! Hari ini saya akan mencoba mengetes kalian. Yah, nggak terlalu susah sih, tapi saya melakukan ini untuk mengetes kemampuan kalian tentang materi yang telah saya berikan sampai saat ini! Ada lima belas (15) buah soal essay, semua soal-soal tersebut saya yang bikin, dan memuat semua pelajaran dan materi pembelajaran dari bab 1 sampai bab 5 ini! Cara menjawabnya boleh mengirimkan jawaban lewat wall facebook saya. Mudah sekali bukan? Kalau begitu silakan jawab pertanyaan ini! Jawablah dengan benar, karena satu buah soal yang jawabannya tepat dan benar mendapatkan poin/nilai sebesar 10 (jika semua jawaban benar, maka poin/nilai kalian adalah 100).
Selamat mengerjakan dan biasakan menjawab sendiri ^^
Ganbatteru yo!
-ooOoo-

Latihan (Renshuu)

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!

1. Bahasa Jepang adalah ... .
2. Sebutkan dan jelaskan apa itu Hiragana, Katakana, dan Kanji!
3. Cara baca kanji ada dua cara, yaitu ... . Jelaskan!
4. Apa perbedaan antara kata “Yuuki” dan “Yuki” dalam Bahasa Jepang? Jelaskan!
5. Apa yang dimaksud dengan konsonan rangkap dalam Bahasa Jepang?
6. Sebutkan beberapa contoh ucapan salam yang kalian ketahui dan berikan arti dalam Bahasa Indonesianya!

Untuk soal nomor 7 sampai dengan 10, jawaban sudah ada pada tanda kurung. Kalian hanya menjawab dan melengkapi kalimat itu saja dan berikan arti Bahasa Indonesianya pada pertanyaan juga jawabannya seperti contoh dibawah ^^
Contoh :
T : Raigetsu wa nan gatsu desuka? (Rokugatsu) {Bulan depan bulan apa?} (Juni)
J : Raigetsu wa Rokugatsu desu. {bulan depan adalah bulan Juni.}
(T : Tanya , J : Jawab)

7. T : Ima, nanji desuka? (10:00)
J : ________________________________.

8. T : Asatte wa nanyoubi desuka? (Kinyoubi)
J : ________________________________.

9. T : Ototoi wa nanyoubi desuka? (Getsuyoubi)
J : ________________________________.

10. T : Kinou wa nanyoubi desuka? (Kayoubi)
J : ________________________________.

11. Buatlah sebuah kalimat yang menggunakan partikel “Wa” dan berikan arti dalam Bahasa Indonesianya!
12. Buatlah sebuah kalimat yang menggunakan partikel “Ga” dan berikan arti dalam Bahasa Indonesianya!
13. Buatlah sebuah kalimat yang menggunakan partikel “No” dan berikan arti dalam Bahasa Indonesianya!
14. Buatlah sebuah kalimat yang menggunakan partikel “To” dan berikan arti dalam Bahasa Indonesianya!
15. Buatlah sebuah kalimat yang menggunakan partikel “Wo” dan berikan arti dalam Bahasa Indonesianya!
-ooOoo-

GANBATTE YO! Watashi wa anata no koto wo kakunin shiteimasu. (BERJUANGLAH! Saya yakin kalian bisa.)

Panduan Memepelajari Bahasa Jepang – BAB 5 – PARTIKEL

Panduan Memepelajari Bahasa Jepang – BAB 5 – PARTIKEL (Joshi)

-ooOoo-

Partikel merupakan salah satu kelas kata yang tidak dapat berdiri sendiri, tidak dapat berubah bentuk, dan dalam penggunaannya selalu menempel pada sebuah kata lain. Namun, partikel merupakan salah satu unsur yang penting dalam Bahasa Jepang, sebab berfungsi untuk menunjukkan hubungan antarkata dan menerangkan arti kata itu sendiri.
 
-ooOoo-

* Partikel “Wa” [は]

Partikel ini memang berbentuk huruf “Ha” dalam Bahasa Jepang, namun jika ada yang membaca huruf latin/romaji, banyak yang salah dalam penulisan partikel ini. Kebanyakan dari mereka menuliskan partikel ini dengan huruf “Wa” [わ], bukan “Ha” [は] yang dibaca “Wa” dalam partikel. Fungsi partikel ini adalah untuk menyertakan topik dalam sebuah kalimat. Perhatikan contoh berikut ini!

-    Ano tatemono wa ooki desu. (Bangunan itu besar.)
-    Kyou wa Nichiyoubi desu. (Hari ini adalah hari Minggu)
-    Yoshi-san wa kirei desu. (Yoshi cantik.)
-ooOoo-

* Partikel “Ga” [が]

Dalam Bahasa Jepang, partikel “Ga” menunjukkan beberapa fungsi. Di ataranya adalah sebagai berikut :

1.    Menunjukkan Subjek dari Predikat.
2.    Menunjukkan Keberadaan.

Jika partikel “Ga” berfungsi untuk menunjukkan subjek dari predikat, beginilah pola kalimatnya :
Sakura ga sateimasu. (Bunga Sakura sedang bermekaran.)
Doa ga akimashita. (Pintu terbuka.)

Sebaliknya, jika partikel “Ga” berfungsi untuk menunjukkan keberadaan, baik itu benda hidup maupun benda mati, beginilah pola kalimatnya :

Asoko ni yuubinkyoku ga arimasu. (Disana ada kantor pos.)
Gakusei ga 40 jin desu. (Ada empat puluh orang siswa.)
-ooOoo-

* Partikel “No” [の]

Dalam Bahasa Jepang, partikel “No” memiliki beberapa fungsi utama, yakni menyatakan kepemilikan, buatan, dan asal.

Jika menyatakan kepemilikan, pola kalimatnya sebagai berikut :

~ Kore wa watashi no hon desu. (Ini adalah buku milik saya.)
~ Sore wa Daisuke-san no jidousha desu. (Itu adalah mobil Daisuke.)
~ Michi-san no keitaidenwa desu. (Telepon genggam milik michi)
~ Fukurou-san no saifu desu. (Dompet milik Fukurou.)

Jika menyatakan buatan, pola kalimatnya sebagai berikut :

~ Nihon no katana desu. (Pedang buatan Jepang.)
~ Chuugoku no terebi desu. (Televisi buatan Cina.)
~ Tai no kutsu desu. (Sepatu buatan Thailand.)

Jika menyatakan asal, pola kalimatnya sebagai berikut :

~ Rao-san wan Indo no gakusei desu. (Rao adalah murid asal India.)
~ Mario-san wa Amerika no ongakuka desu. (Mario adalah pemusik asal Amerika.)
~ Hideo-san wa Nihon no sensei desu. (Hideo adalah pengajar asal Jepang.)
-ooOoo-

* Partikel “To” [と]

Partikel “To” dalam Bahasa Jepang memiliki makna dan yang berfungsi sebagai penghubung antara kata dalam sebuah kalimat. Berikut ini adalah penggunaan partikel “To” dalam contoh kalimat dalam Bahasa Jepang.

~ Kaban no naka ni hon to enpitsu ga arimasu. (Ada buku dan pensil di dalam tas.)
~ Chinmei-san to Sayuri-san wa toshokan de hon wo yomimasu. (Chinmei dan Sayuri membaca buku di perpustakaan.)
~ Watashi wa gohan to tamagoyaki wo tabemasu. (Saya makan nasi dan telur goreng.)

Jika digunakan dalam kalimat pembanding yang menyebutkan benda-benda secara konkrit, maka partikel “To” berfungsi untuk menunjukkan apa saja yang dibandingkan. Berikut adalah contoh kalimatnya :

~Koohi to koucha to, dochira ga ii desuka? (Kopi dan teh, mau yang mana?)
~ Morning Musume to C-ute to, dochira ga suki desuka? (Morning Musume dan C-ute, mana yang kamu suka?)
~ Sakka to yakyuu to, dochira ga jouzu desuka? (Sepak bola dan baseball, mana yang kamu pintar memainkannya?)
-ooOoo-

•    Partikel “Wo” [を]

Partikel “Wo” adalah partikel yang berungsi untuk menerangkan pembaca bahwa dalam kalimat, seseorang sedang melakukan atau mengerjakan suatu pekerjaan. Sama seperti partikel “Wa”, partikel “Wo” juga ada perbedaan. Perbedaannya adalah jika partikel “Wa” dituliskan dengan huruf “Ha” [は], sedangka partikel “Wo” tetap ditulis dengan huruf “Wo”, namun jika dibaca menggunakan huruf “O” Berikut ini adalah contoh kalimat yang menggunakan partikel “Wo” :

~ Me wo tojiru. Dibaca = me o tojiru. (Menutup mata.)
~ Hon wo Yomimasu. Dibaca = hon o yomimasu. (membaca buku.)
~ Sora wo tobiru. Dibaca = sora o tobiru. (terbang ke langit.)
-ooOoo-

* Partikel “Ya” [や]

Partikel ini berfungsi untuk menyebutkan berbagai barang atau benda. Seperti halnya partikel “To”, partikel “Ya” biasa digunakan untuk menghubungkan kata benda dengan kata benda lain, tetapi jika partikel “To” diwjibkan untuk menyebutkan benda satu per satu, kalau menggunakan partikel “Ya” maka semua barang atau benda tidak harus disebutkan, cukup menyebutkan dua atau tiga barang yang mewakili semuanya. Berikut adalah contoh kalimat yang menggunakan partikel “Ya” :

~ Heya ni beddo ya tsukue ya isu ga arimasu. (Di kamar ada tempat tidur, meja, kursi, dsb.)
~ Sono mise wa omocha ya geemu ya pasokon wo urimasu. (Di toko iu menjual mainan, game, komputer, dsb.)
~ Nihon ni wa Tokyo ya Kyoto ya Osaka to iu machi ga arimasu. (Di Jepang ada kota yang bernama Tokyo, Kyoto, Osaka, dsb.)
-ooOoo-

* Partikel “Mo” [も]

Partikel ini berfungsi untuk menyebutkan berbagai barang atau benda. Seperti halnya partikel “To” dan partikel “Ya”, partikel “Mo” digunakan untuk menggabungkan keterangan tambahan atau kata penjelas pada satu kalimat. Intinya, untuk mempersingkat kalimat tersebut agar tidak susah-susah untuk dibaca. Berikut adalah contohnya :

~ Tanaka-san wa Nihonjin desu. (Tanaka adalah orang Jepang)
Seiko-san wa Nihonjin desu. (Seiko adalah orang Jepang)
Tanaka-san mo Seiko-san mo Nihonjin desu. (Tanaka dan Seiko adalah orang Jepang.)
~ Kore wa watashi no hon des. (Ini buku saya.)
Sore wa watashi no hon desu. (Itu buku saya.)
Kore mo sore mo watashi no hon desu. (Ini dan itu adalah buku saya.)

Berdasarkan kalimat di atas, dapat disimpulkan pola kalimat sebagai berikut.
~ A wa C desu. (A adalah C.)
B wa C desu. (B adalah C.)
A mo B mo C desu. (Baik A maupun B adalah C.)
-ooOoo-

* Partikel “De” [で]

Partikel “De” sebenarnya sama seperti partikel “To”, partikel “Ya” dan partikel “Mo”. Hanya saja, partikel ini bersifat untuk menggabungkan dua buah atau lebih dari kata keterangan. Biasanya kata keterangan tersebut adalah profesi seseorang atau pekerjaan seseorang. Berikut adalah contoh kalimatnya :

~ Matsumoto-san wa eigo no sensei desu. (Matsumoto adalah seorang guru bahasa Inggris.)
Matsumoto-san wa chosha desu. (Matsumoto adalah seorang penulis.)
Matsumoto-san wa eigo no sensei de chosha desu. (Matsumoto adalah seorang guru bahasa Inggris dan seorang penulis.)

Berdasarkan kalimat diatas, dapat disimpulkan pola sebagai berikut :
~ A wa C desu. (A adalah C.)
A wa D desu. (B adalah C.)
A wa C mo D desu. (A adalah C dan D.)



Bab 5 - PARTIKEL, selesai. Semoga pelajaran hari ini dapat bermanfaat bagi kalian semua. Silakan dicoba kembali! Jika ada pertanyaan atau komentar, dapat mengirimkan pesan ke nomor 085718462154 seputar pelajaran Bahasa Jepang yang saya ajarkan ini. Mata ashita, ganbatte yo!

Sabtu, 06 November 2010

Panduan Mempelajari Bahasa Jepang - Bab 4 - WAKTU

Panduan Mempelajari Bahasa Jepang – BAB 4 – WAKTU (Jikan)

-ooOoo-

Halo! Kembali lagi bersama saya Ruki-sensei. Bagaimana pelajaran bahasa Jepangnya? Sudah mengerti kah kalian semua? Jika tidak ada atau masih belum mengerti bisa tanya ke saya ya! Boleh lewat apa saja, hehe. Baiklah, ini kontak saya yang bisa kalian hubungi jika ingin menanyakan soal materi yang saya berikan.
Facebook: Fitria Amanda Poetri
Twitter : @fitriaap
Koprol: fitriaap
Blogger : fitriamanda-fap.blogspot.com
Yahoo messenger : inuzuka_fitria
Nomer hape : 085718462154 (Khusus SMS)

-ooOoo-

Nama hari dalam seminggu

Senin : Getsuyoubi
Selasa : Kayoubi
Rabu : Suiyoubi
Kamis : Mokuyoubi
Jum’at : Kinyoubi
Sabtu : Doyoubi
Minggu : Nichiyoubi
Hari apa? : Nan youbi desuka?

Nama tanggal dalam sebulan

Tanggal 1 : Tsuitachi
Tanggal 2 : Futsuka
Tanggal 3 : Mikka
Tanggal 4 : Yokka
Tanggal 5 : Itsuka
Tanggal 6 : Muika
Tanggal 7 : Nanoka
Tanggal 8 : Youka
Tanggal 9 : Kokonoka
Tanggal 10 : Tooka
Tanggal 11 : Juuichi nichi
Tanggal 12 : Juuni nichi
Tanggal 13 : Juusan nichi
Tanggal 14 : Juuyokka
Tanggal 15 : Juugo nichi
Tanggal 16 : Juuroku nichi
Tanggal 17 : Juushichi nichi
Tanggal 18 : Juuhachi nichi
Tanggal 19 : Juukyuu nichi
Tanggal 20 : Hatsuka
Tanggal 21 : Nijuuichi nichi
Tanggal 22 : Nijuuji nichi
Tanggal 23 : Nijuusan nichi
Tanggal 24 : Nijuuyokka
Tanggal 25 : Nijuugo nichi
Tanggal 26 : Nijuuroku nichi
Tanggal 27 : Nijuushichi nichi
Tanggal 28 : Nijuuhachi nichi
Tanggal 29 : Nijuukyuu nichi
Tanggal 30 : Sanjuu nichi
Tanggal 31 : Sanjuuichi nichi
Tanggal berapa? : Nan nichi desuka?

Nama bulan dalam setahun

Januari : Ichigatsu
Februari : Nigatsu
Maret : Sangatsu
April : Shigatsu
Mei : Gogatsu
Juni : Rokugatsu
Juli : Shichigatsu
Agustus : Hachigatsu
September : Kugatsu
Oktober : Juugatsu
November : Juuichigatsu
Desember : Juunigatsu

Rentang pekan (minggu)

1 pekan : Isshukan
2 pekan : Nishuukan
3 pekan : Sanshuukan
4 pekan : Yonshuukan
5 pekan : Goshuukan
6 pekan : Rokushuukan
7 pekan : Nanashuukan
8 pekan : Hasshukan
9 pekan : Kyuushuukan
10 pekan : Jusshukan

Rentang bulan

1 bulan : Ikkagetsu
2 bulan : Nikagetsu
3 bulan : Sankagetsu
4 bulan : Yonkagetsu
5 bulan : Gokagetsu
6 bulan : Rokkagetsu
7 bulan : Nanakagetsu
8 bulan : Hakkagetsu
9 bulan : Kyuukagetsu
10 bulan : Juukkagetsu
11 bulan : Juuikkagetsu
12 bulan : Juunikagetsu

Rentang tahun

1 tahun : Ichinenkan
2 tahun : Ninenkan
3 tahun : Sannenkan
4 tahun : Yonenkan
5 tahun : Gonenkan
6 tahun : Rokunenkan
7 tahun : Nananenkan
8 tahun : Hachinenkan
9 tahun : Kyuunenkan
10 tahun : Juunenkan

Setelah ini adalah keterangan waktu yang lain. Maksudnya bukan menunjukkan waktu pada jam, tetapi berdasarkan hari dan pagi, siang, atau malamnya.

Keterangan waktu
Kemarin         : Kinou
Kemarin lusa     : Ototoi
Kemarin pagi    : Kinou no asa
Kemain siang     : Kinou no hiru
Besok         : Ashita
Hari ini         : Kyou
Besok lusa        : Asatte
Pagi             : Asa/gozen
Pagi ini         : Kesa
Besok pagi         : Ashita no asa
Tiap pagi         : Mai asa
Siang         : Hiru
Sore            : Gogo
Malam         : Ban/yoru
Malam ini         : Konban
Tiap malam     : Mai ban
Minggu ini     : Konshuu
Dua minggu lalu : Senshuu
Minggu lalu     : Senshuu
Minggu depan     : Raishuu
Dua minggu lagi : Saraishuu
Tiap minggu     : Mai shuu
Bulan ini         : Kongetsu
Bulan lalu         : Sengetsu
Dua bulan lalu     : Sensengetsu
Bulan depan     : Raigetsu
Dua bulan lagi     : Saraigetsu
Tiap bulan         : Mai getsu
Dua tahun lalu     : Ototoshi
Tahun ini         : Kotoshi
Tahun lalu         : Kotoshi
Tahun depan     : Rainen
Dua tahun lagi     : Sarainen
Tiap tahun         : Mai toshi
Kadang-kadang     : Tokidoki

Setelah ini ada contoh perckapan yang memuat kata-kata yang telah kita pelajari sebelumnya. Simaklah percakaan singkat ini!

-ooOoo-

Tanggal berapa? (Nan nichi desuka?)

Yuriko : Sumimasen, kyou wa nan youbi desuka? (Permisi, hari ini hari apa?)

Nobi : Kyou wa nichiyoubi desu. (Hari ini hari Minggu.)

Yuriko : Nan nichi desuka? (Tanggal berapa?)

Nobi : 3 gatsu [sangatsu] 27 nichi [nijuushichi nichi] desu. (Tanggal 27 Maret.)

Yuriko : Arigatou gozaimasu. (Terima kasih banyak)

Nobi : Douitashimasu. (Sama-sama)

-ooOoo-

Setelah ini, kita akan belajar tentang waktu yang menunjukkan jam. Lihatlah daftar dibawah!

Menit

1 menit     : Ippun
2 menit     : Nifun
3 menit     : Sanpun
4 menit     : Yonfun
5 menit     : Gofun
6 menit     : Roppun
7 menit     : Nanafun
8 menit     : Happun
9 menit     : Kyuufun
10 menit     : Juppun
Berapa menit? : Nan pun?

Pukul (menunjukkan jam)

Pukul 1     : Ichiji
Pukul 2     : Niji
Pukul 3     : Sanji
Pukul 4     : Yonji
Pukul 5     : Goji
Pukul 6     : Rokuji
Pukul 7     : Shichiji
Pukul 8     : Hachiji
Pukul 9     : Kuji
Pukul 10     : Juuji
Pukul 11    : Juuichiji
Pukul 12    : Juuniji
Pukul berapa? : Nan ji?

Dibawah ini ada percakapan singkat yang memuat kata-kata mengenai waktu yang menunjukkan keterangan atau jam. Simaklah dengan cermat!

-ooOoo-

Belajar (Benkyou wo shimasu)
Ryo : Mai yoru, anata wa nanji kara nanji made benkyou wo shimashitaka? (Setiap malam, kamu belajar dari pukul berapa sampai pukul berapa?

Atsushi : Mai yoru, watashi wa 7 ji kara 8 ji made benkyou wo shimasu. (Setiap malam, saya belajar dari pukul 19.00 sampai pukul 20.00 malam.)

Ryo : Anata wa terebi wo miru koto ga dekimasuka? (Apakah kamu masih bisa nonton acara televisi?)

Atsushi : Hai, watashi wa 8 ji kara 9 ji made, terebi wo miru koto ga dekimasu. (Ya, saya masih bisa nonton acara televisi dari pukul 20.00 sampai pukul 21.00 malam.)

-ooOoo-

Bab 4 - WAKTU, selesai. Semoga pelajaran hari ini dapat bermanfaat bagi kalian semua. Silakan dicoba kembali! Jika ada pertanyaan atau komentar, dapat mengirimkan pesan ke nomor 085718462154 seputar pelajaran Bahasa Jepang yang saya ajarkan ini. Mata ashita ^^

Jumat, 05 November 2010

Panduan Mempelajari Bahasa Jepang - Bab 3 - UCAPAN SALAM

Panduan Mempelajari Bahasa Jepang - BAB 3 – UCAPAN SALAM (Aisatsu)
-ooOoo-

Kata Ganti Orang

Dalam Bahasa Jepang, kata ganti orang sering disebut sebagai Ninshoudaimeshi dan terbagi menjadi tiga kategori besar, yakni kata ganti orang tunggal (I, II dan III) juga kata ganti orang jamak (I, II dan III). Berikut ini adalah tabel pengelompokkan kata ganti tersebut sesuai dengan banyak orang juga tingkat kesopanannya.
 
* Kata Ganti Orang I Tunggal : Arti
Atashi : Saya (bahasa remaja, untuk perempuan
Watashi : Saya
Watakushi : Saya (sangat formal)
Boku : Saya (tidak formal dan dipakai oleh laki-laki
Ore : Saya (tidak formal, kasar)
Ware : Saya
Temae : Saya

* Kata Ganti Orang II Tunggal : Arti

Anata : Anda
Anta : Kamu (tidak formal)
Sochi : Anda
Kimi : Kamu (tidak formal dan dipakai untuk perempuan)
Omae : Kamu (tidak formal, kasar)
Kisama : Anda (sangat formal)


    * Kata Ganti Orang III Tunggal : Arti

Achira : Dia
Achira-sama : Beliau itu
Ano kata : Orang itu (formal)
Ano hito : Orang itu
Kanojo : Dia (perempuan)
Kare : Dia (laki-laki)
Yatsu : Orang lain
Aitsu : Orang itu


Yang berikutnya adalah kata ganti orang jamak.


    * Kata Ganti Orang I Jamak : Arti

Watashi-tachi : Kami
Watakushi-tachi : Kami
Boku-tachi : Kami
Ore-tachi : Kami
Ware ware : Kami

 

    * Kata Ganti Orang II Jamak : Arti

Anata gata : Anda sekalian
Sochira : Anda sekalian
Kimi-tachi : Kamu semua


    * Kata Ganti Orang III Jamak : Arti

Achira : Mereka
Karera : Mereka (laki-laki)
 
-ooOoo-


Ucapan Salam

Ucapan Salam : Arti
Halo (di telepon) : Moshi moshi
Salam kenal : Hajimemashite
Senang berkenalan : Douzo yoroshiku
Selamat pagi : Ohayou gozaimasu
Selamat siang/sore : Konnichiwa
Selamat malam : Konbanwa
Selamat tahun baru : Shinnen omedetou
Selamat ulang tahun : Otanjoubi omedetou
Selamat tinggal : Sayounara (boleh Sayonara)
Selamat istirahat : Oyasuminasai
Selamat atas pernikahan : Kekkon omedetou
Selamat atas kelulusan : Sotsugyou omedetou
Semoga cepat sembuh : Hayaku naoshite kudasai
Selamat makan : Itadakimasu
Silakan makan : Douzo tabete kudasai
Silakan mencicipi : Douzo hitotsu tabetemite kudasai
Silakan kemari : Douzo kochira e
Selamat datang (kepada tamu) : Irasshaimase
Selamat kembali : Okaerinasai
Aku pulang : Tadaima
Hati-hati : Ki wo tsukete
 
-ooOoo-

Berikut ini ada contoh percakapan singkat. Di dalam percakapan ini terdapat kata-kata yang sudah kita pelajari sebelumnya, yaitu kata ganti orang dan ucapan-ucapan salam. Percakapan ini sudah diberi arti Bahasa Indonesianya, jadi memudahkan kalian untuk membaca dan mengerti apa arti dari kata-kata yang diucapkan oleh orang tersebut. Simak percakapan berikut.
-ooOoo-

Shoukai (perkenalan)

Benihiko : Ohayou gozaimasu. Hajimemashite, watashi wa Ben desu. Douzo yoroshiku. (Selamat pagi. Perkenalkan, saya Ben. Senang berkenalan denganmu)

Kyouko : Watashi wa Kyouko desu. Douzo yoroshiku. (Saya Kyouko. Senang berkenalan denganmu)

Benihiko : Kyouko-san wa Mareeshia jin desuka? (Apakah Ben berasal dari Malaysia)

Kyouko : Iie, watashi wa Mareeshia jin dewa arimasen. Watashi wa Nihon jin desu. Anata wa Nihon jin desuka? (Tidak, saya bukan berasal dari Malaysia. Saya berasal dari Jepang. Apakah anda juga berasal dari Jepang)

Benihiko : Hai, watashi mo Nihon jin desu. (Ya, saya juga berasal dari Jepang)
 
-ooOoo-

Ketika mempelajari Bahasa Jepang, khususnya bahasa percakapan sehari-hari, kita sering menemui berbagai ungkapan singkat yang terkadang sulit untuk diterjemahkan dan diketahui maknanya. Contohnya seperti berikut.

Ungkapan Singkat : Arti
Ya... (ragu-ragu) : Ano
Oh begitu/mengerti : Sou desuka
Ya, betul : Sou desu ne
Ya : Un
Tidak : Uun/iie
Sangat repot ya : Taihen desu ne
Kalau begitu, baik : Jaa
Tolong berikan (ini) : (Kore) wo kudasai
Ah : Aa
Ya : Ee
Baik/itu bagus, ya : Ii desu ne
Aduh! Wah! : Waa
Oh! : Yaa
Coba saya pikir dulu : Sou desu ne
Bisa saya bantu?/Apa?: Nan desuka?
Ya, mari/baiklah : Sou shimashou

Selain itu, tidak ada salahnya jika anda juga mengenal berbagai ungkapan lain yang sering kali digunakan dalam bahasa percakapan sehari-hari. Berbeda dengan ungkapan singkat yang ada di atas, ungkapan di bawah ini lebih mudah dipahami.

Ungkapan Lain : Arti
Lama tidak bertemu : Ohisashiburi desu ne
Tolong tunggu sebentar : Chotto matte kudasai
Mengerti : Wakarimashita
Apa kabar? : Ogenki desuka?
Kabar baik : Genki desu
Apa yang terjadi? : Dou shimashitaka?
Saya berangkat sekarang : Itte marimasu
Lekas pulang, ya : Itte irasshai
Saya capek : Tsukaremashita
Cuacanya bagus, ya : Ii tenki desu ne
(Saya) lapar : Onaka ga sukimashita
(Saya) kenyang : Onaka ga ippai desu
(Saya) haus : Nodo ga kawakimashitaka
Terima kasih (banyak) : (Doumo) arigatou gozaimasu
Terima kasih kembali : Douitashimashite
Sampai jumpa besok : Mata ashita
Permisi/maaf :Sumimasen
Maaf.../permisi... : Sumimasen ga
Terima kasih (rasa syukur) : Gochisousama deshita
 
-ooOoo-

Berikut ini ada contoh percakapan yang terdapat ungkapan yang sudah kita pelajari sebelumnya.
-ooOoo-

Tomodachi (teman)

Chihiru : Reika-san, shibaraku desu ne. Ogenki desuka? (Reika, sudah lama tidak bertemu. Apa kabar?)

Reika : Waa, Chihiru-san, watashi wa genki desu. Arigatou. (Wah, Chihiru, saya baik-baik saja. Terima kasih.)

Chihiru : Ima, doko ni sunde imasuka? (sekarang, tinggal di mana?)

Reika : Kyoto ni sunde imasu. Chihiru-san wa mada Tokyo ni sunde imasuka? (Tinggal di Kyoto. Chihiru masih tinggal di Tokyo?)
Chihiru : Un, sou desu. (Ya, betul.)
 
-ooOoo-
  
Bab 3 - UCAPAN SALAM, selesai. Semoga pelajaran hari ini dapat bermanfaat bagi kalian semua. Silakan dicoba kembali! Jika ada pertanyaan atau komentar, dapat mengirimkan pesan ke nomor 085718462154 seputar pelajaran Bahasa Jepang yang saya ajarkan ini. Mata ashita ^^

Kamis, 04 November 2010

Panduan Mempelajari Bahasa Jepang - Bab 2 - CARA PENGUCAPAN

Pada posting sebelumnya, saya telah membahas huruf-huruf untuk mempelajari Bahasa Jepang untuk para pemula. Kali ini saya akan membahas tentang Cara Pengucapan dalam Bahasa Jepang.

Pada intinya, abjad dalam Bahasa Jepang baik Katakana maupun Hiragana terdiri atas dua buah huruf, yakni satu huruf konsonan dan satu huruf vokal a, i, u, e, dan o. Huruf vokal pada abjad Bahasa Jepang memiliki bunyi yang sama seperti bunyi huruf vokal dalam Bahasa Indonesia.

***

HURUF KONSONAN

Cara mengucapkan huruf konsonan atau huruf mati dalam Bahasa Jepang hampir sama seperti pada Bahasa Indonesia. Meskipun demikian, ada sedikit perbedaan cara baca huruf konsonan pada Bahasa Jepang dengan huruf konsonan pada Bahasa Indonesia. Berikut ini penjelasannya.
  1. Huruf dalam Bahasa Jepang yang berawalan G akan diucapkan seperti huruf G dalam Bahasa Indonesia bila terletak di awal kata.
    Contohnya:
    Gakkou dibaca Gakko yang berarti sekolah.
    Geka dibaca Geka yang berarti operasi.
  2. Huruf G akan diucapkan seperti bunyi NG bila diletakkan di tengah atau akhir kata.
    Contohnya:
    Nagai dibaca Nangai yang berarti panjang.
    Onegai dibaca Onengai yang berarti memohon.
    Daigaku dibaca Daingaku yang berarti universitas.
  3. Huruf N juga dapat diucapkan seperti bunyi NG jika diletakkan di akhir kalimat.
    Contohnya:
    Jikan dibaca Jikang yang berarti waktu.
    Kaban dibaca Kabang yang berarti Tas.
  4. Huruf N dapat dibunyikan seperti huruf M jika diikuti dengan huruf P atau B.
    Contohnya:
    Sanbyaku dibaca Sambyaku yang berarti tiga ratus.
    Sanpo dibaca Sampo yang berarti jalan-jalan.
  5. Huruf R tidak diucapkan dengan suara yang jelas seperti R dalam bahasa Indonesia, tetapi diucapkan dengan lembut.
  6. Huruf S diucapkan seperti huruf S dalam Bahasa Indonesia, kecuali huruf dan huruf シ yang diucapkah Shi.
  7. Dalam huruf Bahasa Jepang tidak ada huruf L, X, dan V.
  8. Huruf V pada kata serapan yang berasal dari kata asing diganti dengan huruf B.
    Contohnya:
    Video menjadi Bideo, Violin menjadi Baiorin. 
  9. Dalam bahasa Jepang, dingenal konsonan rangkap yang ditandai dengan huruf Tsu kecil (baik Hiragana maupun Katakana). Cara mengucapkan konsonan rangkap adalah berhenti sejenak lalu diteruskan kembali.
    Contohnya:
    Sepak bola = Sakka ; Tidak Hadir = Kesseki ; karcis = Kippu
***

HURUF VOKAL

Dalam bahasa Jepang huruf vokal atau huruf hidup U pada akhir kalimat terkadang tidak dibunyikan. Begitu juga dengan huruf I yang tidak dibunyikan dengan jelas.
Contohnya:
Desu menjadi Des(u), Deshita menjadi Desh(i)ta.


***

PENGUCAPAN VOKAL PENDEK DAN PANJANG

Kita mengenal beberapa bahasa yang artinya bisa dibedakan dengan mendengar panjang pendeknya sebuah pengucapan, seperti Bahasa Arab dan Cina. Dan bahasa Jepang termasuk di dalamnya. Bila ditulis dalam huruf katakana ditandai dengan penambahan huruf a, i, u, e dan o. Namun, bila ditulis dengan huruf romawi, biasanya ditandai dengan memberi garis di atas huruf tersebut.
Contohnya:
Onyōmi, dibaca Onyoumi.

Mengingat beberapa arti kata dalam bahasa Jepang dibedakan berdasarkan panjang dan pendek huruf vokal, maka dalam penggunaannya harus berhati-hati agar tidak ada kesalahan arti, baik dalam penulisan maupun pengucapan.
Contohnya:
Ojiisan yang berarti Kakek dengan Ojisan yang berarti Paman. Yuuki yang berarti Berani dengan Yuki yang berarti Salju.

***

BAB 2 - CARA PENGUCAPAN, selesai. Silakan dicoba untuk mempelajari Bahasa Jepang yang sangat mudah ini. Semoga pelajaran hari ini bermanfaat untuk para pembaca.
Jaa, ganbatte ne! ^^

Panduan Mempelajari Bahasa Jepang - Bab 1 - HURUF

Semua orang yang ingin mempelajari Bahasa Jepang, harus tahu dan (seharusnya) sudah bisa menulis atau menghafalkan huruf-hurufnya. Huruf yang paling penting saat mempelajari bahasa ini adalah HURUF HIRA (Hiragana). Huruf Hira atau Hiragana adalah huruf asli Bahasa Jepang yang digunakan dalam setiap kata atau kalimat.
 Tabel Hiragana dapat dilihat di link -> Tabel Hiragana

Yang kedua adalah Huruf Kata (Katakana). Huruf katakana dipakai untuk menulis kata-kata yang berasal dari bahasa asing atau serapan, nama orang asing dan tempat asing. Ada kalanya, huruf katakana digunakan untuk kata-kata yang ingin ditekankan.
 Tabel Katakana dapat dilihat di link -> Tabel Katakana 

Huruf terakhir adalah huruf Kanji. Huruf kanji adalah huruf yang berasal dari Cina dan sering digunakan dalam Bahasa Jepang. Huruf kanji ini merupakan simbol untuk mewakili sebuah benda. Dalam penggunaannya, huruf kanji bisa berdiri sendiri ataupun disandingkan dengan huruf kanji lain. Ada dua jenis cara baca huruf kanji, yakni Kunyomi dan Onyomi.

Kunyomi adalah cara baca huruf kanji disaat kanji itu digunakan sendiri sebagai kata.
Onyomi adalah cara baca huruf kanji disaat kanji itu digunakan dengan huruf kanji lain sebagai sebuah kata.
Tabel cara pembacaan Kunyomi dan onyomi dapat dilihat di link -> Aksara Kanji 

***

BAB 1 - HURUF, selesai. Silakan dicoba untuk mempelajari Bahasa Jepang yang sangat mudah ini. Semoga pelajaran hari ini bermanfaat untuk para pembaca.
Jaa, ganbatte ne! ^^

Minggu, 28 November 2010

Panduan Mempelajari Bahasa Jepang – BAB 7 – BENTUK KALIMAT (Bunpou)

Diposting oleh Fitria Amanda Putri di Minggu, November 28, 2010 0 komentar
Panduan Mempelajari Bahasa Jepang – BAB 7 – BENTUK KALIMAT (Bunpou)
-ooOoo-

Kalimat Praktis

Kalimat praktis adalah kalimat yang memiliki pola lkalimat paling dasar dalam Bahasa Jepang yang berbeda dengan pola kalimat Bahasa Indonesia, yakni SOP (subjek, objek, predikat). Contohnya sebagai berikut.

Kalimat dalam Bahasa Indonesia :
Heni membeli mobil = Pola kalimat S-P-O

Kalimat dalam Bahasa Jepang :
Heni-san wa jidousha wo kaimasu = Pola kalimat S-partikel wa-O-partikel wo-P

Bentuk kalimat dasar terdiri atas kalimat positif, negatif, dan kalimat tanya. Pola kalimat dasar inilah yang nantinya akan dikembangkan menjadi kalimat yang lebih kompleks atau lengkap.

1. Kalimat Dasar Praktis
Pola Kalimat Positif
A + partikel wa + B + desu

Keterangan
A    : berfungsi sebagai subjek/topik kalimat
Wa    : partikel yang menandakan kalimat sebelumnya adalah sebuah topik kalimat/subjek
B    : berfungsi sebagai keterangan subjek dalam sebuah kalimat
Desu    : digunakan setelah kata benda. Menandakan bentuk formal pada sebuah kalimat positif.

Contoh kalimat positif :
Tanaka-san wa nihonjin desu. (Tanaka adalah orang Jepang.)
-ooOoo-

Pola Kalimat Negatif
A + partikel wa + B + dewa arimasen

Keterangan
~dewa arimasen : merupakan bentuk negatif dari desu untuk menandakan kalimat tersebut adalah kalimat yang memiliki makna pengingkaran, yakni bukan atau tidak dalam bentuk yang formal. Dalam bahasa percakapan, ~dewa arimasen bisa disingkat dengan ~dewa nai.

Contoh kalimat negatif :
Watashi wa meisha dewa arimasen. (Saya bukan dokter mata.)
-ooOoo-

Pola Kalimat Tanya
A + partikel wa + B + desuka?

Keterangan
~desuka : merupakan bentuk kata tanya dalam bentuk formal. ~ka sendiri memiliki makna ‘apakah’.

Contoh kalimat tanya :
Rika-san wa kirei desuka? (Apakah Rika cantik?)
Jawaban ‘ya’
Hai, Rika-san wa kirei desu. (Ya, Rika cantik.)
Jawaban ‘tidak’
Iie, Rika-san wa kirei dewa arimasen. (Tidak, Rika tidak cantik.)
-ooOoo-

Pola Kalimat Lampau Positif
A + partikel wa + B + deshita

Keterangan
~deshita : merupakan bentuk lampau dari ~desu. Memiliki makna ‘dulu’ dalam bentuk kalimat positif.

Contoh kalimat lampau positif :
Tenten-san wa mazushii hito deshita. (Dulu, Tenten orang yang miskin.)
-ooOoo-

Pola Kalimat Lampau Negatif
A + partikel wa + B + dewa arimasen deshita

Keterangan
~dewa arimasen deshita : merupakan bentuk lampau dari ~dewa arimasen dan memiliki makna ‘bukan’ dalam bentuk kalimat negatif.

Contoh kalimat lampau negatif :
Atsushi-san wa jouzu dewa arimasen deshita. (Dulu, Atsushi tidak pintar.)


2. Kalimat Dasar Praktis Berobjek
Pola Kalimat Positif
A + partikel wa + B + partkel wo + kata kerja~masu

Keterangan
A             : berfungsi sebagai subjek/topik kalimat
Wa             : partikel yang menandakan kalimat sebelumnya adalah sebuah topik kalimat/subjek
B             : berfungsi sebagai objek
Wo             : partikel yang menunjukkan objek suatu perbuatan (objek langsung)
Kata kerja~masu : kata kerja yang digunakan sebagai predikat untuk menerangkan objek dalam kalimat positif

Contoh kalimat positif :
Haha wa tegami wo kakimasu. (Ibu menulis surat.)
-ooOoo-

Pola Kalimat Negatif
A + partikel wa + B + partikel wo + kata kerja~masen

Keterangan
Kata kerja~masen : bentuk negatif dari kata kerja dalam bentuk ~masu dan memiliki makna pengingkaran, yakni bukan atau tidak. Dalam bahasa percakapan ~masen bisa disingkat dengan ~nai.

Contoh kalimat negatif :
Rukia-san wa zasshi wo yomimasen. (Rukia tidak membaca majalah.)
-ooOoo-

Pola Kalimat Tanya
A + partikel wa + B + partkel wo + kata kerja~masuka?

Keterangan
Kata kerja~masuka : bentuk kalimat tanya dalam kalimat formal. ~ka sendiri memiliki makna ‘apakah’.

Contoh kalimat tanya :
Anata wa ongaku wo kikimasuka? (apakah kamu mendengarkan musik?)
-ooOoo-

Pola Kalimat Lampau Positif
A + partikel wa + B + partikel wo + kata kerja~mashita

Keterangan
~mashita : Kata kerja yang berfungsi sebagai predikat untuk menerangkan objek dalam kalimat positif lampau dan memiliki makna ‘telah’.

Contoh kalimat lampau positif :
Heiwa-san wa nooto wo kakimashita. (Heiwa telah menulis catatan.)
-ooOoo-

Pola Kalimat Lampau Negatif
A + partikel wa + B + partikel wo + kata kerja~masen deshita

Keterangan
~masen deshita : merupakan bentuk negatif dari (kata kerja)~mashita. Dalam bahasa percakapan ~masendeshita bisa disingkat dengan ~nakatta.

Contoh kalimat lampau negatif :
Ken-san wa hon wo kakimasen deshita. (Ken tidak lagi menulis buku.)
-ooOoo-

3. Keterangan Topik yang Sama Berupa Kata Sifat (Adjektiva)

Berakhiran ~i

Jika ingin menyambungkan dua kata sifat berakhiran ~i maka huruf i paling akhir pada kata sifat tersebut dihapus dan diganti dengan ~kute.

# Pola Kalimat Positif

Kalimat 1     : A + wa + kata sifat ~i + desu
Kalimat 2     : A + wa + kata sifat ~i + desu
Manjadi    : A + wa + kata sifat ~kute 1 + kata sifat kedua + desu

Keterangan
A        : keterangan topik/subjek.
~kute        : bentuk sambung dari kata sifat berakhiran ~i, bermakna dan.
Kata sifat 1 : berfungsi sebagai keterangan topik/subjek pada kalimat pertama.
Kata sifat 2 : berfungsi sebagai keterangan topik/subjek pada kalimat kedua. Sebagai catatan kata sifat yang terletak di akhir kalimat dibiarkan seperti adanya dan tidak mengalami perubahan.

Contoh kalimat positif :
Kalimat 1     : Kono kamera wa furui desu.
Kalimat 2     : Kono kamera wa omoi desu.
Menjadi    : Kono kamera wa furukute omoi desu.

# Pola Kalimat Negatif


Kalimat 1     : A + wa + kata sifat ~kunai + desu
Kalimat 2     : A + wa + kata sifat ~kunai + desu
Menjadi     : A + wa + kata sifat ~kunakute 1 + kata sifat ~i 2 + desu

Contoh Kalimat Negatif :
Kalimat 1     : Sono ringo wa yasukunai desu.
Kalimat 2     : Sono ringo wa oishikunai desu.
Menjadi     : Sono ringo wa yasukunakute oishikunai desu.

Berakhiran ~na

Penyambungan kata sifat berakhiran ~na hampir sama dengan penyambungan pada nomina, yakni cukup menghilangkan ~na lalu diganti dengan kata sambung de.

# Pola Kalimat

Kalimat 1    : A + wa + kata sifat ~na + desu
Kalimat 2     : A + wa + kata sifat ~na + desu
Menjadi     : A + wa + kata sifat ~na 1 + de + kata sifat ~na 2 + desu

Keterangan
A        : keterangan topik/subjek.
de        : bentuk sambung dari kata sifat berakhiran ~na, dan memiliki makna “dan”. De ini berasal dari kata desu
Kata sifat 1 : berfungsi sebagai keterangan topik/subjek pada kalimat pertama.
Kata sifat 2 : berfungsi sebagai keterangan topik/subjek pada kalimat kedua.

Catatan!
Akhiran ~na pada kata sifat berakhiran ~na tidak dimunculkan setelah desu. ~na baru akan muncul bila diikuti dengan kata nomina. (kata benda).

Contoh :

^ Kurasu no heya wa shizuka desu. (Ruang kelas sejuk.)
^ Watashi no heya wa shizukana heya desu. (Kamar saya adalah kamar yang sejuk.)

Contoh kalimat :

Kalimat 1    : kono kaban wa kirei desu. (tas ini bagus.)
Kalimat 2    : kono kaban wa joubu desu. (tas ini kuat.)
Menjadi    : kono kaban wa kirei de joubu desu. (tas ini bagus dan kuat.)

4. Keterangan Topik Masing-masing Berupa Kata Sifat (Adjektiva)


Berakhiran ~na dan ~i

Penggabungan kata sifat berakhiran ~na dengan kata sifat berakhiran ~i hampir sama dengan penggabungan pada nomina, yakni cukup menghilangkan ~na lalu diganti dengan kata sambung de yang memiliki makna “dan”.

# Pola Kalimat

Kalimat 1    : A + wa + kata sifat ~na + desu
Kalimat 2     : A + wa + kata sifat ~i + desu
Menjadi     : A + wa + kata sifat ~na + de + kata sifat ~i + desu

Keterangan
A        : keterangan topik/subjek.
de        : bentuk sambung dari kata sifat berakhiran ~na, dan memiliki makna “dan”. De ini berasal dari kata desu
Kata sifat 1 : kata sifat berakhiran ~na yang berfungsi sebagai keterangan topik/subjek pada kalimat pertama.
Kata sifat 2 : kata sifat berakhiran ~i yang berfungsi sebagai keterangan topik/subjek pada kalimat kedua.

Contoh kalimat :
Kalimat 1    : Nihongo wa kantan desu. (Bahasa Jepang mudah.)
Kalimat 2    : Nihongo wa omoshiroi desu. (Bahasa Jepang menarik.)
Menjadi    : Nihongo wa kantan de omoshiroi desu. (Bahasa Jepang mudah dan menarik.)
-ooOoo-

Bab 7 – Bentuk Kalimat, selesai. Semoga pelajaran hari ini dapat bermanfaat bagi kalian semua. Silakan dicoba kembali! Jika ada pertanyaan atau komentar, dapat bertanya ke saya, seputar pelajaran Bahasa Jepang yang saya ajarkan ini. Mata ashita, ganbatte yo!

Panduan Mempelajari Bahasa Jepang – BAB 6 – KATA TUNJUK (Shiji)

Diposting oleh Fitria Amanda Putri di Minggu, November 28, 2010 0 komentar
Panduan Mempelajari Bahasa Jepang – BAB 6 – KATA TUNJUK (Shiji)

-ooOoo-

Dalam Bahasa Jepang, kita mengenal beberapa bentuk kata tunjuk, salah satunya untuk menunjukkan arah dan tujuan. Berikut adalah kata tunjuk yang dimaksud.

Ko = ini, dipakai untuk menunjukkan arah atau tujuan yang dekat dengan pembicara.
So = itu, dipakai untuk menunjukkan arah atau tujuan yang jauh dari pembicara tapi dekat dengan lawan bicara.
A = itu (jauh), dipakai untuk menunjukkan arah atau tujuan yang jauh, baik dari pembicara ataupun lawan bicara.
Do = kata tanya untuk menanyakan arah.

# Kata Tunjuk yang Menyatakan Arah atau Suatu Tempat (Koko, Soko, Asoko, Doko).

Contoh kalimat dalam bentuk positif

~ Watashi wa koko de pan wo tabemasu. (Saya makan roti di sini.)
~ Soko ni toire ga arimasu. (Di sana ada toilet.)
~ Asoko ni watashi no gakkou ga arimasu. (Di sana ada sekolah saya.)

Contoh kalimat dalam bentuk negatif

~ Koko ni terebi ga arimasen. (Di sini tidak ada televisi.)
~ Soko ni tabako wo suitemasen. (Di sana tidak boleh merokok.)
~ Asoko ni ame ga futteimasu. (Di sana tidak turun hujan.)


Contoh kalimat dalam bentuk pertanyaan

~ Anata no kaisha wa doko ni arimasuka? (Kantor kamu ada di mana?)
~ Takuji-san wa doko ni imasuka? (Takuji ada di mana?)

# Kata Tunjuk yang Menyatakan Arah atau Suatu Tempat (Kochira, Sochira, Achira, Dochira).

Contoh kalimat dalam bentuk positif

~ Tokyo eki wa kochira desu. (Stasiun Tokyo di sebelah sini.)
~ Sochira wa higashi desu. (Di sebelah sana adalah Timur.)
~ Achira ni watashi no gakkou ga arimasu. (Di sebelah sana ada sekolah saya.)

Contoh kalimat dalam bentuk negatif

~ Kochira ni terebi ga arimasen. (Di sebelah sini tidak ada televisi.)
~ Sochira ni tabako wo suitemasen. (Di sebelah sana tidak boleh merokok.)
~ Achira ni ame ga futteimasu. (Di sebelah sana tidak turun hujan.)


Contoh kalimat dalam bentuk pertanyaan

~ Anata no kaisha wa dochira ni arimasuka? (Kantor kamu ada di sebelah mana?)
~ Yuubinkyoku wa dochira desuka? (Kantor pos ada di sebelah mana?)

# Kata Tunjuk Benda yang Tidak Harus Diikuti oleh Kata Benda dan Dapat Berdiri Sendiri (Kore, Sore, Are, Dore).
Contoh kalimat dalam bentuk positif

~ Kore wa eigo no jisho desu. (Ini adalah kamus bahasa Inggris.)
~ Sore wa Ryuji-san desu. (Itu adalah Ryuji.)
~ Are wa Shion-san no ie desu. (Itu rumah Shion.)

Contoh kalimat dalam bentuk negatif

~ Kore wa nihongo no shinbun dewa arimasen. (Ini bukan koran berbahasa Jepang.)
~ Sore wa Mayumi-san no jisho dewa arimasen. (Itu bukan kamus milik Mayumi.)
~ Are wa yuumei resutoran dewa arimasen. (Itu bukan restoran yang terkenal.)

Contoh kalimat dalam bentuk pertanyaan

~ Chika-san no hon wa dore desuka? (Yang mana buku milik Chika?)
~ Yuki-san no mannenhitsu wa dore desuka? (Yang mana pulpen milik Yuki?)


# Kata Tunjuk Benda yang Harus Diikuti oleh Kata Benda dan Tidak Dapat Berdiri Sendiri (Kono, sono, Ano, Dono).

Contoh kalimat dalam bentuk positif

~ Kono josei wa kirei desu. (Perempuan ini cantik.)
~ Sono ryouri wa hontou ni oishii desu. (Masakan itu enak sekali.)
~ Ano yama wa takai desu. (Gunung itu tinggi.)

Contoh kalimat dalam bentuk negatif

~ Kono otoko wa hansamu dewa arimasen. (Laki-laki ini tidak tampan.)
~ Sono kamera wa yasui dewa arimasen. (Kamera itu tidak murah.)
~ Ano nooto wa taisetsu dewa arimasen. (Catatan itu tidak penting.)

Contoh kalimat dalam bentuk pertanyaan

~ Kono shinbun wa anata no desuka? (Apakah koran ini milik anda?)
~ Rina-san wa dono hito desuka? (Yang mana orang yang bernama Rina?)

-ooOoo-

Bab 6 – KATA TUNJUK, selesai. Semoga pelajaran hari ini dapat bermanfaat bagi kalian semua. Silakan dicoba kembali! Jika ada pertanyaan atau komentar, dapat bertanya ke saya, seputar pelajaran Bahasa Jepang yang saya ajarkan ini. Mata ashita, ganbatte yo!

Kamis, 11 November 2010

Soal Latihan Untuk Bab 1 - 5

Diposting oleh Fitria Amanda Putri di Kamis, November 11, 2010 0 komentar
Soal Latihan Untuk Bab 1 - 5 (Mondai wa, shō 1 - 5)

-ooOoo-
Moshi-moshi minna-san! Hari ini saya akan mencoba mengetes kalian. Yah, nggak terlalu susah sih, tapi saya melakukan ini untuk mengetes kemampuan kalian tentang materi yang telah saya berikan sampai saat ini! Ada lima belas (15) buah soal essay, semua soal-soal tersebut saya yang bikin, dan memuat semua pelajaran dan materi pembelajaran dari bab 1 sampai bab 5 ini! Cara menjawabnya boleh mengirimkan jawaban lewat wall facebook saya. Mudah sekali bukan? Kalau begitu silakan jawab pertanyaan ini! Jawablah dengan benar, karena satu buah soal yang jawabannya tepat dan benar mendapatkan poin/nilai sebesar 10 (jika semua jawaban benar, maka poin/nilai kalian adalah 100).
Selamat mengerjakan dan biasakan menjawab sendiri ^^
Ganbatteru yo!
-ooOoo-

Latihan (Renshuu)

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!

1. Bahasa Jepang adalah ... .
2. Sebutkan dan jelaskan apa itu Hiragana, Katakana, dan Kanji!
3. Cara baca kanji ada dua cara, yaitu ... . Jelaskan!
4. Apa perbedaan antara kata “Yuuki” dan “Yuki” dalam Bahasa Jepang? Jelaskan!
5. Apa yang dimaksud dengan konsonan rangkap dalam Bahasa Jepang?
6. Sebutkan beberapa contoh ucapan salam yang kalian ketahui dan berikan arti dalam Bahasa Indonesianya!

Untuk soal nomor 7 sampai dengan 10, jawaban sudah ada pada tanda kurung. Kalian hanya menjawab dan melengkapi kalimat itu saja dan berikan arti Bahasa Indonesianya pada pertanyaan juga jawabannya seperti contoh dibawah ^^
Contoh :
T : Raigetsu wa nan gatsu desuka? (Rokugatsu) {Bulan depan bulan apa?} (Juni)
J : Raigetsu wa Rokugatsu desu. {bulan depan adalah bulan Juni.}
(T : Tanya , J : Jawab)

7. T : Ima, nanji desuka? (10:00)
J : ________________________________.

8. T : Asatte wa nanyoubi desuka? (Kinyoubi)
J : ________________________________.

9. T : Ototoi wa nanyoubi desuka? (Getsuyoubi)
J : ________________________________.

10. T : Kinou wa nanyoubi desuka? (Kayoubi)
J : ________________________________.

11. Buatlah sebuah kalimat yang menggunakan partikel “Wa” dan berikan arti dalam Bahasa Indonesianya!
12. Buatlah sebuah kalimat yang menggunakan partikel “Ga” dan berikan arti dalam Bahasa Indonesianya!
13. Buatlah sebuah kalimat yang menggunakan partikel “No” dan berikan arti dalam Bahasa Indonesianya!
14. Buatlah sebuah kalimat yang menggunakan partikel “To” dan berikan arti dalam Bahasa Indonesianya!
15. Buatlah sebuah kalimat yang menggunakan partikel “Wo” dan berikan arti dalam Bahasa Indonesianya!
-ooOoo-

GANBATTE YO! Watashi wa anata no koto wo kakunin shiteimasu. (BERJUANGLAH! Saya yakin kalian bisa.)

Panduan Memepelajari Bahasa Jepang – BAB 5 – PARTIKEL

Diposting oleh Fitria Amanda Putri di Kamis, November 11, 2010 0 komentar
Panduan Memepelajari Bahasa Jepang – BAB 5 – PARTIKEL (Joshi)

-ooOoo-

Partikel merupakan salah satu kelas kata yang tidak dapat berdiri sendiri, tidak dapat berubah bentuk, dan dalam penggunaannya selalu menempel pada sebuah kata lain. Namun, partikel merupakan salah satu unsur yang penting dalam Bahasa Jepang, sebab berfungsi untuk menunjukkan hubungan antarkata dan menerangkan arti kata itu sendiri.
 
-ooOoo-

* Partikel “Wa” [は]

Partikel ini memang berbentuk huruf “Ha” dalam Bahasa Jepang, namun jika ada yang membaca huruf latin/romaji, banyak yang salah dalam penulisan partikel ini. Kebanyakan dari mereka menuliskan partikel ini dengan huruf “Wa” [わ], bukan “Ha” [は] yang dibaca “Wa” dalam partikel. Fungsi partikel ini adalah untuk menyertakan topik dalam sebuah kalimat. Perhatikan contoh berikut ini!

-    Ano tatemono wa ooki desu. (Bangunan itu besar.)
-    Kyou wa Nichiyoubi desu. (Hari ini adalah hari Minggu)
-    Yoshi-san wa kirei desu. (Yoshi cantik.)
-ooOoo-

* Partikel “Ga” [が]

Dalam Bahasa Jepang, partikel “Ga” menunjukkan beberapa fungsi. Di ataranya adalah sebagai berikut :

1.    Menunjukkan Subjek dari Predikat.
2.    Menunjukkan Keberadaan.

Jika partikel “Ga” berfungsi untuk menunjukkan subjek dari predikat, beginilah pola kalimatnya :
Sakura ga sateimasu. (Bunga Sakura sedang bermekaran.)
Doa ga akimashita. (Pintu terbuka.)

Sebaliknya, jika partikel “Ga” berfungsi untuk menunjukkan keberadaan, baik itu benda hidup maupun benda mati, beginilah pola kalimatnya :

Asoko ni yuubinkyoku ga arimasu. (Disana ada kantor pos.)
Gakusei ga 40 jin desu. (Ada empat puluh orang siswa.)
-ooOoo-

* Partikel “No” [の]

Dalam Bahasa Jepang, partikel “No” memiliki beberapa fungsi utama, yakni menyatakan kepemilikan, buatan, dan asal.

Jika menyatakan kepemilikan, pola kalimatnya sebagai berikut :

~ Kore wa watashi no hon desu. (Ini adalah buku milik saya.)
~ Sore wa Daisuke-san no jidousha desu. (Itu adalah mobil Daisuke.)
~ Michi-san no keitaidenwa desu. (Telepon genggam milik michi)
~ Fukurou-san no saifu desu. (Dompet milik Fukurou.)

Jika menyatakan buatan, pola kalimatnya sebagai berikut :

~ Nihon no katana desu. (Pedang buatan Jepang.)
~ Chuugoku no terebi desu. (Televisi buatan Cina.)
~ Tai no kutsu desu. (Sepatu buatan Thailand.)

Jika menyatakan asal, pola kalimatnya sebagai berikut :

~ Rao-san wan Indo no gakusei desu. (Rao adalah murid asal India.)
~ Mario-san wa Amerika no ongakuka desu. (Mario adalah pemusik asal Amerika.)
~ Hideo-san wa Nihon no sensei desu. (Hideo adalah pengajar asal Jepang.)
-ooOoo-

* Partikel “To” [と]

Partikel “To” dalam Bahasa Jepang memiliki makna dan yang berfungsi sebagai penghubung antara kata dalam sebuah kalimat. Berikut ini adalah penggunaan partikel “To” dalam contoh kalimat dalam Bahasa Jepang.

~ Kaban no naka ni hon to enpitsu ga arimasu. (Ada buku dan pensil di dalam tas.)
~ Chinmei-san to Sayuri-san wa toshokan de hon wo yomimasu. (Chinmei dan Sayuri membaca buku di perpustakaan.)
~ Watashi wa gohan to tamagoyaki wo tabemasu. (Saya makan nasi dan telur goreng.)

Jika digunakan dalam kalimat pembanding yang menyebutkan benda-benda secara konkrit, maka partikel “To” berfungsi untuk menunjukkan apa saja yang dibandingkan. Berikut adalah contoh kalimatnya :

~Koohi to koucha to, dochira ga ii desuka? (Kopi dan teh, mau yang mana?)
~ Morning Musume to C-ute to, dochira ga suki desuka? (Morning Musume dan C-ute, mana yang kamu suka?)
~ Sakka to yakyuu to, dochira ga jouzu desuka? (Sepak bola dan baseball, mana yang kamu pintar memainkannya?)
-ooOoo-

•    Partikel “Wo” [を]

Partikel “Wo” adalah partikel yang berungsi untuk menerangkan pembaca bahwa dalam kalimat, seseorang sedang melakukan atau mengerjakan suatu pekerjaan. Sama seperti partikel “Wa”, partikel “Wo” juga ada perbedaan. Perbedaannya adalah jika partikel “Wa” dituliskan dengan huruf “Ha” [は], sedangka partikel “Wo” tetap ditulis dengan huruf “Wo”, namun jika dibaca menggunakan huruf “O” Berikut ini adalah contoh kalimat yang menggunakan partikel “Wo” :

~ Me wo tojiru. Dibaca = me o tojiru. (Menutup mata.)
~ Hon wo Yomimasu. Dibaca = hon o yomimasu. (membaca buku.)
~ Sora wo tobiru. Dibaca = sora o tobiru. (terbang ke langit.)
-ooOoo-

* Partikel “Ya” [や]

Partikel ini berfungsi untuk menyebutkan berbagai barang atau benda. Seperti halnya partikel “To”, partikel “Ya” biasa digunakan untuk menghubungkan kata benda dengan kata benda lain, tetapi jika partikel “To” diwjibkan untuk menyebutkan benda satu per satu, kalau menggunakan partikel “Ya” maka semua barang atau benda tidak harus disebutkan, cukup menyebutkan dua atau tiga barang yang mewakili semuanya. Berikut adalah contoh kalimat yang menggunakan partikel “Ya” :

~ Heya ni beddo ya tsukue ya isu ga arimasu. (Di kamar ada tempat tidur, meja, kursi, dsb.)
~ Sono mise wa omocha ya geemu ya pasokon wo urimasu. (Di toko iu menjual mainan, game, komputer, dsb.)
~ Nihon ni wa Tokyo ya Kyoto ya Osaka to iu machi ga arimasu. (Di Jepang ada kota yang bernama Tokyo, Kyoto, Osaka, dsb.)
-ooOoo-

* Partikel “Mo” [も]

Partikel ini berfungsi untuk menyebutkan berbagai barang atau benda. Seperti halnya partikel “To” dan partikel “Ya”, partikel “Mo” digunakan untuk menggabungkan keterangan tambahan atau kata penjelas pada satu kalimat. Intinya, untuk mempersingkat kalimat tersebut agar tidak susah-susah untuk dibaca. Berikut adalah contohnya :

~ Tanaka-san wa Nihonjin desu. (Tanaka adalah orang Jepang)
Seiko-san wa Nihonjin desu. (Seiko adalah orang Jepang)
Tanaka-san mo Seiko-san mo Nihonjin desu. (Tanaka dan Seiko adalah orang Jepang.)
~ Kore wa watashi no hon des. (Ini buku saya.)
Sore wa watashi no hon desu. (Itu buku saya.)
Kore mo sore mo watashi no hon desu. (Ini dan itu adalah buku saya.)

Berdasarkan kalimat di atas, dapat disimpulkan pola kalimat sebagai berikut.
~ A wa C desu. (A adalah C.)
B wa C desu. (B adalah C.)
A mo B mo C desu. (Baik A maupun B adalah C.)
-ooOoo-

* Partikel “De” [で]

Partikel “De” sebenarnya sama seperti partikel “To”, partikel “Ya” dan partikel “Mo”. Hanya saja, partikel ini bersifat untuk menggabungkan dua buah atau lebih dari kata keterangan. Biasanya kata keterangan tersebut adalah profesi seseorang atau pekerjaan seseorang. Berikut adalah contoh kalimatnya :

~ Matsumoto-san wa eigo no sensei desu. (Matsumoto adalah seorang guru bahasa Inggris.)
Matsumoto-san wa chosha desu. (Matsumoto adalah seorang penulis.)
Matsumoto-san wa eigo no sensei de chosha desu. (Matsumoto adalah seorang guru bahasa Inggris dan seorang penulis.)

Berdasarkan kalimat diatas, dapat disimpulkan pola sebagai berikut :
~ A wa C desu. (A adalah C.)
A wa D desu. (B adalah C.)
A wa C mo D desu. (A adalah C dan D.)



Bab 5 - PARTIKEL, selesai. Semoga pelajaran hari ini dapat bermanfaat bagi kalian semua. Silakan dicoba kembali! Jika ada pertanyaan atau komentar, dapat mengirimkan pesan ke nomor 085718462154 seputar pelajaran Bahasa Jepang yang saya ajarkan ini. Mata ashita, ganbatte yo!

Sabtu, 06 November 2010

Panduan Mempelajari Bahasa Jepang - Bab 4 - WAKTU

Diposting oleh Fitria Amanda Putri di Sabtu, November 06, 2010 0 komentar
Panduan Mempelajari Bahasa Jepang – BAB 4 – WAKTU (Jikan)

-ooOoo-

Halo! Kembali lagi bersama saya Ruki-sensei. Bagaimana pelajaran bahasa Jepangnya? Sudah mengerti kah kalian semua? Jika tidak ada atau masih belum mengerti bisa tanya ke saya ya! Boleh lewat apa saja, hehe. Baiklah, ini kontak saya yang bisa kalian hubungi jika ingin menanyakan soal materi yang saya berikan.
Facebook: Fitria Amanda Poetri
Twitter : @fitriaap
Koprol: fitriaap
Blogger : fitriamanda-fap.blogspot.com
Yahoo messenger : inuzuka_fitria
Nomer hape : 085718462154 (Khusus SMS)

-ooOoo-

Nama hari dalam seminggu

Senin : Getsuyoubi
Selasa : Kayoubi
Rabu : Suiyoubi
Kamis : Mokuyoubi
Jum’at : Kinyoubi
Sabtu : Doyoubi
Minggu : Nichiyoubi
Hari apa? : Nan youbi desuka?

Nama tanggal dalam sebulan

Tanggal 1 : Tsuitachi
Tanggal 2 : Futsuka
Tanggal 3 : Mikka
Tanggal 4 : Yokka
Tanggal 5 : Itsuka
Tanggal 6 : Muika
Tanggal 7 : Nanoka
Tanggal 8 : Youka
Tanggal 9 : Kokonoka
Tanggal 10 : Tooka
Tanggal 11 : Juuichi nichi
Tanggal 12 : Juuni nichi
Tanggal 13 : Juusan nichi
Tanggal 14 : Juuyokka
Tanggal 15 : Juugo nichi
Tanggal 16 : Juuroku nichi
Tanggal 17 : Juushichi nichi
Tanggal 18 : Juuhachi nichi
Tanggal 19 : Juukyuu nichi
Tanggal 20 : Hatsuka
Tanggal 21 : Nijuuichi nichi
Tanggal 22 : Nijuuji nichi
Tanggal 23 : Nijuusan nichi
Tanggal 24 : Nijuuyokka
Tanggal 25 : Nijuugo nichi
Tanggal 26 : Nijuuroku nichi
Tanggal 27 : Nijuushichi nichi
Tanggal 28 : Nijuuhachi nichi
Tanggal 29 : Nijuukyuu nichi
Tanggal 30 : Sanjuu nichi
Tanggal 31 : Sanjuuichi nichi
Tanggal berapa? : Nan nichi desuka?

Nama bulan dalam setahun

Januari : Ichigatsu
Februari : Nigatsu
Maret : Sangatsu
April : Shigatsu
Mei : Gogatsu
Juni : Rokugatsu
Juli : Shichigatsu
Agustus : Hachigatsu
September : Kugatsu
Oktober : Juugatsu
November : Juuichigatsu
Desember : Juunigatsu

Rentang pekan (minggu)

1 pekan : Isshukan
2 pekan : Nishuukan
3 pekan : Sanshuukan
4 pekan : Yonshuukan
5 pekan : Goshuukan
6 pekan : Rokushuukan
7 pekan : Nanashuukan
8 pekan : Hasshukan
9 pekan : Kyuushuukan
10 pekan : Jusshukan

Rentang bulan

1 bulan : Ikkagetsu
2 bulan : Nikagetsu
3 bulan : Sankagetsu
4 bulan : Yonkagetsu
5 bulan : Gokagetsu
6 bulan : Rokkagetsu
7 bulan : Nanakagetsu
8 bulan : Hakkagetsu
9 bulan : Kyuukagetsu
10 bulan : Juukkagetsu
11 bulan : Juuikkagetsu
12 bulan : Juunikagetsu

Rentang tahun

1 tahun : Ichinenkan
2 tahun : Ninenkan
3 tahun : Sannenkan
4 tahun : Yonenkan
5 tahun : Gonenkan
6 tahun : Rokunenkan
7 tahun : Nananenkan
8 tahun : Hachinenkan
9 tahun : Kyuunenkan
10 tahun : Juunenkan

Setelah ini adalah keterangan waktu yang lain. Maksudnya bukan menunjukkan waktu pada jam, tetapi berdasarkan hari dan pagi, siang, atau malamnya.

Keterangan waktu
Kemarin         : Kinou
Kemarin lusa     : Ototoi
Kemarin pagi    : Kinou no asa
Kemain siang     : Kinou no hiru
Besok         : Ashita
Hari ini         : Kyou
Besok lusa        : Asatte
Pagi             : Asa/gozen
Pagi ini         : Kesa
Besok pagi         : Ashita no asa
Tiap pagi         : Mai asa
Siang         : Hiru
Sore            : Gogo
Malam         : Ban/yoru
Malam ini         : Konban
Tiap malam     : Mai ban
Minggu ini     : Konshuu
Dua minggu lalu : Senshuu
Minggu lalu     : Senshuu
Minggu depan     : Raishuu
Dua minggu lagi : Saraishuu
Tiap minggu     : Mai shuu
Bulan ini         : Kongetsu
Bulan lalu         : Sengetsu
Dua bulan lalu     : Sensengetsu
Bulan depan     : Raigetsu
Dua bulan lagi     : Saraigetsu
Tiap bulan         : Mai getsu
Dua tahun lalu     : Ototoshi
Tahun ini         : Kotoshi
Tahun lalu         : Kotoshi
Tahun depan     : Rainen
Dua tahun lagi     : Sarainen
Tiap tahun         : Mai toshi
Kadang-kadang     : Tokidoki

Setelah ini ada contoh perckapan yang memuat kata-kata yang telah kita pelajari sebelumnya. Simaklah percakaan singkat ini!

-ooOoo-

Tanggal berapa? (Nan nichi desuka?)

Yuriko : Sumimasen, kyou wa nan youbi desuka? (Permisi, hari ini hari apa?)

Nobi : Kyou wa nichiyoubi desu. (Hari ini hari Minggu.)

Yuriko : Nan nichi desuka? (Tanggal berapa?)

Nobi : 3 gatsu [sangatsu] 27 nichi [nijuushichi nichi] desu. (Tanggal 27 Maret.)

Yuriko : Arigatou gozaimasu. (Terima kasih banyak)

Nobi : Douitashimasu. (Sama-sama)

-ooOoo-

Setelah ini, kita akan belajar tentang waktu yang menunjukkan jam. Lihatlah daftar dibawah!

Menit

1 menit     : Ippun
2 menit     : Nifun
3 menit     : Sanpun
4 menit     : Yonfun
5 menit     : Gofun
6 menit     : Roppun
7 menit     : Nanafun
8 menit     : Happun
9 menit     : Kyuufun
10 menit     : Juppun
Berapa menit? : Nan pun?

Pukul (menunjukkan jam)

Pukul 1     : Ichiji
Pukul 2     : Niji
Pukul 3     : Sanji
Pukul 4     : Yonji
Pukul 5     : Goji
Pukul 6     : Rokuji
Pukul 7     : Shichiji
Pukul 8     : Hachiji
Pukul 9     : Kuji
Pukul 10     : Juuji
Pukul 11    : Juuichiji
Pukul 12    : Juuniji
Pukul berapa? : Nan ji?

Dibawah ini ada percakapan singkat yang memuat kata-kata mengenai waktu yang menunjukkan keterangan atau jam. Simaklah dengan cermat!

-ooOoo-

Belajar (Benkyou wo shimasu)
Ryo : Mai yoru, anata wa nanji kara nanji made benkyou wo shimashitaka? (Setiap malam, kamu belajar dari pukul berapa sampai pukul berapa?

Atsushi : Mai yoru, watashi wa 7 ji kara 8 ji made benkyou wo shimasu. (Setiap malam, saya belajar dari pukul 19.00 sampai pukul 20.00 malam.)

Ryo : Anata wa terebi wo miru koto ga dekimasuka? (Apakah kamu masih bisa nonton acara televisi?)

Atsushi : Hai, watashi wa 8 ji kara 9 ji made, terebi wo miru koto ga dekimasu. (Ya, saya masih bisa nonton acara televisi dari pukul 20.00 sampai pukul 21.00 malam.)

-ooOoo-

Bab 4 - WAKTU, selesai. Semoga pelajaran hari ini dapat bermanfaat bagi kalian semua. Silakan dicoba kembali! Jika ada pertanyaan atau komentar, dapat mengirimkan pesan ke nomor 085718462154 seputar pelajaran Bahasa Jepang yang saya ajarkan ini. Mata ashita ^^

Jumat, 05 November 2010

Panduan Mempelajari Bahasa Jepang - Bab 3 - UCAPAN SALAM

Diposting oleh Fitria Amanda Putri di Jumat, November 05, 2010 2 komentar
Panduan Mempelajari Bahasa Jepang - BAB 3 – UCAPAN SALAM (Aisatsu)
-ooOoo-

Kata Ganti Orang

Dalam Bahasa Jepang, kata ganti orang sering disebut sebagai Ninshoudaimeshi dan terbagi menjadi tiga kategori besar, yakni kata ganti orang tunggal (I, II dan III) juga kata ganti orang jamak (I, II dan III). Berikut ini adalah tabel pengelompokkan kata ganti tersebut sesuai dengan banyak orang juga tingkat kesopanannya.
 
* Kata Ganti Orang I Tunggal : Arti
Atashi : Saya (bahasa remaja, untuk perempuan
Watashi : Saya
Watakushi : Saya (sangat formal)
Boku : Saya (tidak formal dan dipakai oleh laki-laki
Ore : Saya (tidak formal, kasar)
Ware : Saya
Temae : Saya

* Kata Ganti Orang II Tunggal : Arti

Anata : Anda
Anta : Kamu (tidak formal)
Sochi : Anda
Kimi : Kamu (tidak formal dan dipakai untuk perempuan)
Omae : Kamu (tidak formal, kasar)
Kisama : Anda (sangat formal)


    * Kata Ganti Orang III Tunggal : Arti

Achira : Dia
Achira-sama : Beliau itu
Ano kata : Orang itu (formal)
Ano hito : Orang itu
Kanojo : Dia (perempuan)
Kare : Dia (laki-laki)
Yatsu : Orang lain
Aitsu : Orang itu


Yang berikutnya adalah kata ganti orang jamak.


    * Kata Ganti Orang I Jamak : Arti

Watashi-tachi : Kami
Watakushi-tachi : Kami
Boku-tachi : Kami
Ore-tachi : Kami
Ware ware : Kami

 

    * Kata Ganti Orang II Jamak : Arti

Anata gata : Anda sekalian
Sochira : Anda sekalian
Kimi-tachi : Kamu semua


    * Kata Ganti Orang III Jamak : Arti

Achira : Mereka
Karera : Mereka (laki-laki)
 
-ooOoo-


Ucapan Salam

Ucapan Salam : Arti
Halo (di telepon) : Moshi moshi
Salam kenal : Hajimemashite
Senang berkenalan : Douzo yoroshiku
Selamat pagi : Ohayou gozaimasu
Selamat siang/sore : Konnichiwa
Selamat malam : Konbanwa
Selamat tahun baru : Shinnen omedetou
Selamat ulang tahun : Otanjoubi omedetou
Selamat tinggal : Sayounara (boleh Sayonara)
Selamat istirahat : Oyasuminasai
Selamat atas pernikahan : Kekkon omedetou
Selamat atas kelulusan : Sotsugyou omedetou
Semoga cepat sembuh : Hayaku naoshite kudasai
Selamat makan : Itadakimasu
Silakan makan : Douzo tabete kudasai
Silakan mencicipi : Douzo hitotsu tabetemite kudasai
Silakan kemari : Douzo kochira e
Selamat datang (kepada tamu) : Irasshaimase
Selamat kembali : Okaerinasai
Aku pulang : Tadaima
Hati-hati : Ki wo tsukete
 
-ooOoo-

Berikut ini ada contoh percakapan singkat. Di dalam percakapan ini terdapat kata-kata yang sudah kita pelajari sebelumnya, yaitu kata ganti orang dan ucapan-ucapan salam. Percakapan ini sudah diberi arti Bahasa Indonesianya, jadi memudahkan kalian untuk membaca dan mengerti apa arti dari kata-kata yang diucapkan oleh orang tersebut. Simak percakapan berikut.
-ooOoo-

Shoukai (perkenalan)

Benihiko : Ohayou gozaimasu. Hajimemashite, watashi wa Ben desu. Douzo yoroshiku. (Selamat pagi. Perkenalkan, saya Ben. Senang berkenalan denganmu)

Kyouko : Watashi wa Kyouko desu. Douzo yoroshiku. (Saya Kyouko. Senang berkenalan denganmu)

Benihiko : Kyouko-san wa Mareeshia jin desuka? (Apakah Ben berasal dari Malaysia)

Kyouko : Iie, watashi wa Mareeshia jin dewa arimasen. Watashi wa Nihon jin desu. Anata wa Nihon jin desuka? (Tidak, saya bukan berasal dari Malaysia. Saya berasal dari Jepang. Apakah anda juga berasal dari Jepang)

Benihiko : Hai, watashi mo Nihon jin desu. (Ya, saya juga berasal dari Jepang)
 
-ooOoo-

Ketika mempelajari Bahasa Jepang, khususnya bahasa percakapan sehari-hari, kita sering menemui berbagai ungkapan singkat yang terkadang sulit untuk diterjemahkan dan diketahui maknanya. Contohnya seperti berikut.

Ungkapan Singkat : Arti
Ya... (ragu-ragu) : Ano
Oh begitu/mengerti : Sou desuka
Ya, betul : Sou desu ne
Ya : Un
Tidak : Uun/iie
Sangat repot ya : Taihen desu ne
Kalau begitu, baik : Jaa
Tolong berikan (ini) : (Kore) wo kudasai
Ah : Aa
Ya : Ee
Baik/itu bagus, ya : Ii desu ne
Aduh! Wah! : Waa
Oh! : Yaa
Coba saya pikir dulu : Sou desu ne
Bisa saya bantu?/Apa?: Nan desuka?
Ya, mari/baiklah : Sou shimashou

Selain itu, tidak ada salahnya jika anda juga mengenal berbagai ungkapan lain yang sering kali digunakan dalam bahasa percakapan sehari-hari. Berbeda dengan ungkapan singkat yang ada di atas, ungkapan di bawah ini lebih mudah dipahami.

Ungkapan Lain : Arti
Lama tidak bertemu : Ohisashiburi desu ne
Tolong tunggu sebentar : Chotto matte kudasai
Mengerti : Wakarimashita
Apa kabar? : Ogenki desuka?
Kabar baik : Genki desu
Apa yang terjadi? : Dou shimashitaka?
Saya berangkat sekarang : Itte marimasu
Lekas pulang, ya : Itte irasshai
Saya capek : Tsukaremashita
Cuacanya bagus, ya : Ii tenki desu ne
(Saya) lapar : Onaka ga sukimashita
(Saya) kenyang : Onaka ga ippai desu
(Saya) haus : Nodo ga kawakimashitaka
Terima kasih (banyak) : (Doumo) arigatou gozaimasu
Terima kasih kembali : Douitashimashite
Sampai jumpa besok : Mata ashita
Permisi/maaf :Sumimasen
Maaf.../permisi... : Sumimasen ga
Terima kasih (rasa syukur) : Gochisousama deshita
 
-ooOoo-

Berikut ini ada contoh percakapan yang terdapat ungkapan yang sudah kita pelajari sebelumnya.
-ooOoo-

Tomodachi (teman)

Chihiru : Reika-san, shibaraku desu ne. Ogenki desuka? (Reika, sudah lama tidak bertemu. Apa kabar?)

Reika : Waa, Chihiru-san, watashi wa genki desu. Arigatou. (Wah, Chihiru, saya baik-baik saja. Terima kasih.)

Chihiru : Ima, doko ni sunde imasuka? (sekarang, tinggal di mana?)

Reika : Kyoto ni sunde imasu. Chihiru-san wa mada Tokyo ni sunde imasuka? (Tinggal di Kyoto. Chihiru masih tinggal di Tokyo?)
Chihiru : Un, sou desu. (Ya, betul.)
 
-ooOoo-
  
Bab 3 - UCAPAN SALAM, selesai. Semoga pelajaran hari ini dapat bermanfaat bagi kalian semua. Silakan dicoba kembali! Jika ada pertanyaan atau komentar, dapat mengirimkan pesan ke nomor 085718462154 seputar pelajaran Bahasa Jepang yang saya ajarkan ini. Mata ashita ^^

Kamis, 04 November 2010

Panduan Mempelajari Bahasa Jepang - Bab 2 - CARA PENGUCAPAN

Diposting oleh Fitria Amanda Putri di Kamis, November 04, 2010 0 komentar
Pada posting sebelumnya, saya telah membahas huruf-huruf untuk mempelajari Bahasa Jepang untuk para pemula. Kali ini saya akan membahas tentang Cara Pengucapan dalam Bahasa Jepang.

Pada intinya, abjad dalam Bahasa Jepang baik Katakana maupun Hiragana terdiri atas dua buah huruf, yakni satu huruf konsonan dan satu huruf vokal a, i, u, e, dan o. Huruf vokal pada abjad Bahasa Jepang memiliki bunyi yang sama seperti bunyi huruf vokal dalam Bahasa Indonesia.

***

HURUF KONSONAN

Cara mengucapkan huruf konsonan atau huruf mati dalam Bahasa Jepang hampir sama seperti pada Bahasa Indonesia. Meskipun demikian, ada sedikit perbedaan cara baca huruf konsonan pada Bahasa Jepang dengan huruf konsonan pada Bahasa Indonesia. Berikut ini penjelasannya.
  1. Huruf dalam Bahasa Jepang yang berawalan G akan diucapkan seperti huruf G dalam Bahasa Indonesia bila terletak di awal kata.
    Contohnya:
    Gakkou dibaca Gakko yang berarti sekolah.
    Geka dibaca Geka yang berarti operasi.
  2. Huruf G akan diucapkan seperti bunyi NG bila diletakkan di tengah atau akhir kata.
    Contohnya:
    Nagai dibaca Nangai yang berarti panjang.
    Onegai dibaca Onengai yang berarti memohon.
    Daigaku dibaca Daingaku yang berarti universitas.
  3. Huruf N juga dapat diucapkan seperti bunyi NG jika diletakkan di akhir kalimat.
    Contohnya:
    Jikan dibaca Jikang yang berarti waktu.
    Kaban dibaca Kabang yang berarti Tas.
  4. Huruf N dapat dibunyikan seperti huruf M jika diikuti dengan huruf P atau B.
    Contohnya:
    Sanbyaku dibaca Sambyaku yang berarti tiga ratus.
    Sanpo dibaca Sampo yang berarti jalan-jalan.
  5. Huruf R tidak diucapkan dengan suara yang jelas seperti R dalam bahasa Indonesia, tetapi diucapkan dengan lembut.
  6. Huruf S diucapkan seperti huruf S dalam Bahasa Indonesia, kecuali huruf dan huruf シ yang diucapkah Shi.
  7. Dalam huruf Bahasa Jepang tidak ada huruf L, X, dan V.
  8. Huruf V pada kata serapan yang berasal dari kata asing diganti dengan huruf B.
    Contohnya:
    Video menjadi Bideo, Violin menjadi Baiorin. 
  9. Dalam bahasa Jepang, dingenal konsonan rangkap yang ditandai dengan huruf Tsu kecil (baik Hiragana maupun Katakana). Cara mengucapkan konsonan rangkap adalah berhenti sejenak lalu diteruskan kembali.
    Contohnya:
    Sepak bola = Sakka ; Tidak Hadir = Kesseki ; karcis = Kippu
***

HURUF VOKAL

Dalam bahasa Jepang huruf vokal atau huruf hidup U pada akhir kalimat terkadang tidak dibunyikan. Begitu juga dengan huruf I yang tidak dibunyikan dengan jelas.
Contohnya:
Desu menjadi Des(u), Deshita menjadi Desh(i)ta.


***

PENGUCAPAN VOKAL PENDEK DAN PANJANG

Kita mengenal beberapa bahasa yang artinya bisa dibedakan dengan mendengar panjang pendeknya sebuah pengucapan, seperti Bahasa Arab dan Cina. Dan bahasa Jepang termasuk di dalamnya. Bila ditulis dalam huruf katakana ditandai dengan penambahan huruf a, i, u, e dan o. Namun, bila ditulis dengan huruf romawi, biasanya ditandai dengan memberi garis di atas huruf tersebut.
Contohnya:
Onyōmi, dibaca Onyoumi.

Mengingat beberapa arti kata dalam bahasa Jepang dibedakan berdasarkan panjang dan pendek huruf vokal, maka dalam penggunaannya harus berhati-hati agar tidak ada kesalahan arti, baik dalam penulisan maupun pengucapan.
Contohnya:
Ojiisan yang berarti Kakek dengan Ojisan yang berarti Paman. Yuuki yang berarti Berani dengan Yuki yang berarti Salju.

***

BAB 2 - CARA PENGUCAPAN, selesai. Silakan dicoba untuk mempelajari Bahasa Jepang yang sangat mudah ini. Semoga pelajaran hari ini bermanfaat untuk para pembaca.
Jaa, ganbatte ne! ^^

Panduan Mempelajari Bahasa Jepang - Bab 1 - HURUF

Diposting oleh Fitria Amanda Putri di Kamis, November 04, 2010 0 komentar
Semua orang yang ingin mempelajari Bahasa Jepang, harus tahu dan (seharusnya) sudah bisa menulis atau menghafalkan huruf-hurufnya. Huruf yang paling penting saat mempelajari bahasa ini adalah HURUF HIRA (Hiragana). Huruf Hira atau Hiragana adalah huruf asli Bahasa Jepang yang digunakan dalam setiap kata atau kalimat.
 Tabel Hiragana dapat dilihat di link -> Tabel Hiragana

Yang kedua adalah Huruf Kata (Katakana). Huruf katakana dipakai untuk menulis kata-kata yang berasal dari bahasa asing atau serapan, nama orang asing dan tempat asing. Ada kalanya, huruf katakana digunakan untuk kata-kata yang ingin ditekankan.
 Tabel Katakana dapat dilihat di link -> Tabel Katakana 

Huruf terakhir adalah huruf Kanji. Huruf kanji adalah huruf yang berasal dari Cina dan sering digunakan dalam Bahasa Jepang. Huruf kanji ini merupakan simbol untuk mewakili sebuah benda. Dalam penggunaannya, huruf kanji bisa berdiri sendiri ataupun disandingkan dengan huruf kanji lain. Ada dua jenis cara baca huruf kanji, yakni Kunyomi dan Onyomi.

Kunyomi adalah cara baca huruf kanji disaat kanji itu digunakan sendiri sebagai kata.
Onyomi adalah cara baca huruf kanji disaat kanji itu digunakan dengan huruf kanji lain sebagai sebuah kata.
Tabel cara pembacaan Kunyomi dan onyomi dapat dilihat di link -> Aksara Kanji 

***

BAB 1 - HURUF, selesai. Silakan dicoba untuk mempelajari Bahasa Jepang yang sangat mudah ini. Semoga pelajaran hari ini bermanfaat untuk para pembaca.
Jaa, ganbatte ne! ^^