Tampilkan postingan dengan label Kanjiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kanjiku. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Maret 2011

Tata aturan penulisan karakter Bahasa Jepang (Kanji)

今日はみんなさん!Yak, masih dengan Sensei di sini dalam Blog Belajar Bahasa Jepang! Waduh, sebenarnya yang ini udah harus saya ketik sebelum Tutorial Watarasebashi, namun saya lupa. Hahaha. Kalau begitu langsung saja ya!

Tata Aturan Penulisan Kanji

Ada dua aturan dalam menulis kanji, yaitu aturan umum dan aturan khusus. Keduanya saling melengkapi, karena aturan ini sangat berpengaruh pada kanji yang akan kalian tulis nantinya. Aturan ini sudah berlaku dan sudah diterapkan di Negeri Tirai Bambu sejak abad ke 5 masehi. Aturan-aturan ini wajib dihafalkan, karena jika tidak dihafal maka kanji yang kamu tulis tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Berikut ini adalah aturan-aturannya.

Aturan Umum

  • Ditulis dari kiri ke kanan. Contohnya: 子



  • Ditulis dari atas ke bawah. Contohnya: 小

  • Goresan horizontal terlebih dahulu, kemudian vertikal. Contohnya: 十


  • Belok ke kiri, kemudian ke kanan. Contohnya: 人


  • Bagian luar kemudian dalam. Contohnya: 田




Aturan Khusus
  • Jika kanji memiliki sisi tengah yang lebih tinggi atau lebar maka sisi tengah di tulis terlebih dahuu, kemudian diikuti sisi kiri dan sisi kanan. Contohnya: 水



  • Jika ada titik di tengah, atas dan kiri atas maka titik ditulis dahulu diikuti goresan berikutnya. Contohnya: 立


  • Titik di sebelah kanan dan di dalam huruf Kanji di tulis terakhir setelah goresan lain diselesaikan. Contohnya: 代


  • Huruf Kanji yang terdapat kata "走" dan radikal "辶" maka ditulis setelah sisi kanan ditulis. Contohnya: 连 dan 廷


  • Jika ada "匸" tulislah garis 一 terlebih dahulu kemudian bagian isi lalu "L". Contohnya: 匠


  • Jika ada "凵" tulislah sisi tengahnya kemudian sisi "凵". Contohnya: 函


Mungkin hanya sampai di sini dulu materi menulis kanji ini! Jangan lupa untuk selalu berlatih dan menghafalkannya. Sampai jumpa!


Sabtu, 12 Maret 2011

Kanjiku #11 – pepohonan (林) dan hutan (森)

Sumber gambar: Wikipedia

Di artikel-artikel sebelumnya kita telah belajar berbagai kanji-kanji yang bentuknya relatif sederhana. Nah, bentuk-bentuk sederhana tersebut seringkali dipakai untuk membentuk kanji-kanji lainnya. Sekarang kita akan mempelajari dua kanji tambahan yang dibentuk oleh kanji pohon 木.

Pepohonan: 林 (hayashi)

Kanji pertama untuk menu kali ini adalah hayashi yang artinya pepohonan atau hutan kecil. Kanji tersebut terdiri dari dua pohon, jadi sangat mudah diingat.

Aturan umum dalam menulis kanji adalah menggambar komponen-komponennya dari kiri ke kanan, dan ini juga berlaku di sini. Jadi gambar pohon yang di kiri dulu sebelum yang di kanan:


Hutan: 森 (mori)

Kanji berikutnya yaitu mori yang artinya hutan dan terdiri dari tiga bentuk pohon. Pada dasarnya 林 dan 森 sama-sama berarti kumpulan pohon-pohon, hanya saja umumnya 林 tidak seluas 森 dan pohon-pohon pada 林 tidak sepadat 森. Ini mudah dimengerti karena jumlah pohon pada kanjinya memang lebih banyak pada 森.

Untuk menggambar 森 gunakan prinsip satu lagi yaitu menggambar dari atas ke bawah. Jadi pohon di atas digambar pertama:


Penggunaan

Orang-orang yang menggunakan 林 atau 森 pada namanya

林 maupun 森 bisa cukup kamu sering temukan di nama. Contohnya adalah pemain dorama 林丹丹 (Hayashi Tantan), pemain igo 小林覚 (Kobayashi Satoru), dan penyanyi 森高千里 (Moritaka Chisato). Kalau ada nama orang maupun tempat yang kamu kenal dengan kanji-kanji yang baru kita pelajari, jangan lupa tulis di komentar ya!

Sampingan: Perubahan suara hayashi menjadi bayashi
Inilah contoh penggunaan 林 pada kalimat:

家の後ろの林
ie no ushiro no hayashi
Pepohonan di belakang rumah
家 (ie): rumah
後ろ (ushiro): belakang
この林には種々の昆虫がいる
kono hayashi ni wa shuju no mushi ga iru
Di pepohonan ini ada bermacam serangga
この (kono): ini
種々 (shuju): beragam, bermacam
昆虫 (konchuu): serangga
いる (iru): ada (benda hidup kecuali tumbuhan)

Dan inilah contoh penggunaan 森:

森の中から爆発の音が聞こえた
mori no naka kara bakuhatsu no oto ga kikoeta
Terdengar suara ledakan dari dalam hutan
中 (naka): dalam
から (kara): dari
爆発 (bakuhatsu): ledakan
音 (oto): suara
聞こえる (kikoeru): terdengar
その子は森の奥で迷子になってしまった
sono ko wa mori no oku de maigo ni natte shimatta
Anak itu tersesat di kedalaman hutan
その (sono): itu
子 (ko): anak
奥 (oku): kedalaman
迷子 (maigo): anak hilang/tersesat
なる (naru): menjadi

Mari terus belajar kanji sedikit demi sedikit!

Kanjiku #10 – api (火) dan air (水)

Halo semuanya! Materi kanji hari ini sangat berbeda, lho :D Kali ini kita akan belajar dua kanji dasar yang merupakan dua elemen berlawanan di alam: api dan air. Namun sebelumnya kita perlu tahu sekilas dua bentuk dasar yang akan digunakan di artikel ini dan di banyak kanji lainnya.


Bentuk pertama merupakan goresan yang sangat pendek: 丶. Kita akan menyebutnya sebagai bentuk tetesan, percikan, atau hal-hal semacamnya. Bentuk tersebut bisa miring ke kiri maupun ke kanan.


Bentuk kedua terlihat seperti garis tegak: 丨. Kita akan menyebutnya sebagai tongkat.


Ingat bahwa bentuk 丶 dan 丨 secara sendirian tidak membentuk huruf apapun. Kita memberinya sebutan tetesan dan tongkat hanya untuk mempermudah belajar kanji lain saja.


Api: 火 (hi)


Kanji pertama yang akan kita pelajari di sini adalah hi yang berarti “api”. Perhatikan bahwa dia tersusun atas bentuk orang (人) dan dua percikan (丶). Jadi bayangkan saja manusia api, dengan dua percikan di kiri dan kanannya sebagai percikan api yang loncat dari tubuhnya.

Perhatikan urutan menggambarnya:


Air: 水 (mizu)

Kanji berikutnya adalah mizu yang artinya “air”. Cara mengingat bentuknya adalah tongkat (丨) yang dijatuhkan ke air. Bentuk di tengah adalah tongkatnya, dan bayangkan saja garis-garis sisanya sebagai cipratan kacau airnya ke berbagai penjuru. Perhatikan bahwa bentuk tongkat di sini sedikit bengkok ke kiri di bagian bawahnya.

Inilah urutan menulisnya:


Penggunaan


Pada nama, kalian bisa menemukan kanji-kanji ini digunakan di Hino Rei (火野レイ) dan Mizuno Ami (水野亜美) yang merupakan dua tokoh di Sailor Moon.

Inilah contoh-contoh kalimat yang menggunakan 火:

レンジの火を弱くする
renji no hi o yowaku suru
Mengecilkan api kompor (lit: menjadikan api kompor lemah)
レンジ (renji): kompor
弱い (yowai): lemah
する (suru): mengubah sesuatu menjadi sesuatu, melakukan
彼は手を火にかざして暖めた。
kare wa te o hi ni kazashite atatameta
Dia mendekatkan tangannya ke api untuk menghangatkan dirinya.
彼 (kare): dia
手 (te): tangan
かざす (kazasu): mendekatkan tangan (ke api dsb.)
暖める (atatameru): menghangatkan

Berikutnya adalah contoh-contoh kalimat yang memuat 水:


花に水をやる
hana ni mizu o yaru
Menyiram bunga (lit: memberi air pada bunga)
花 (hana): bunga
やる (yaru): memberi
この川の水はとても綺麗です。
kono kawa no mizu wa totemo kirei desu
Air sungai ini sangat bersih.
この (kono): … ini
川 (kawa): sungai
とても (totemo): sangat
       綺麗 (kirei): bersih, cantik

Penutup


Mungkin kamu akan sadar bahwa di sini kita tidak memberikan nemonik apapun untuk kata “hi” maupun “mizu”. Untuk keperluan tersebut, silahkan lihat contoh di artikel-artikel kanjiku sebelumnya dan coba buat nemonik sendiri. Kita akan lebih fokus ke cara mengingat bentuknya dan contoh kata-katanya. Sampai jumpa lagi di artikel kanjiku berikutnya!

Kanjiku #9 – orang (人) dan berdiri (立)

Kali ini kita akan mempelajari lagi dua kanji dasar yang diajarkan di kelas 1 SD. Sebagai bonus, kita juga akan mempelajari dua jenis bacaan untuk kanji 人.

Orang: 人 (hito)




Kanji pertama yang akan kita pelajari adalah hito yang berarti “orang”. Cara mengingat kata tersebut cukuplah mudah: ingat saja bahwa Kaisar Hirohito yang kalian kenal di pelajaran sejarah Perang Dunia II adalah orang, bukan dewa. Sekedar catatan, menarik untuk diketahui bahwa dulu orang Jepang percaya kalau kaisar-kaisar Jepang keturunan dewi Amaterasu.

Kanjinya sendiri hanya terdiri dari dua guratan yaitu 人. Bentuknya dengan sederhana mengingatkan kita pada orang yang meregangkan kedua kakinya:


Ingatlah dengan baik urutan menggambarnya, yaitu guratan sebelah kiri terlebih dahulu:


Urutan tersebut sangat penting nantinya untuk membedakannya dengan kanji 入 (masuk) yang bentuknya sangat mirip.


Berdiri: 立 (tatsu)


Kanji berikutnya yang akan kita pelajari adalah tatsu yang artinya berdiri. Ingat saja seorang diktator baik yang menghukum pejabat yang menerima suap dengan cara menyuruhnya berdiri.


Untuk mengingat bentuk kanjinya yaitu 立, bayangkan gelas dengan tutupnya yang berdiri di suatu permukaan:




Inilah urutan menulisnya




Penggunaan


Inilah contoh-contoh kalimat yang menggunakan 人:



私とあの人は同じ大学を志望していました [1]
watashi to ano hito wa onaji daigaku o shibou shite imashita
Saya dan orang itu waktu itu ingin masuk universitas yang sama
私 (watashi): saya
あの (ano): itu
同じ (onaji): sama
大学 (daigaku): universitas
志望 (shibou): keinginan, harapan
する (suru): melakukan
人を愛することは、簡単ではないんですね [2]
hito o ai suru koto wa, kantan de wa nai n desu ne
Mencintai orang lain itu tidak mudah ya?
愛 (ai): cinta
する (suru): melakukan
こと (koto): hal
簡単 (kantan): mudah, sederhana

Perhatikan bahwa 人 sering bermaksud “orang lain”.

hito adalah kata asli Jepang yang artinya orang. Namun kanji 人 memiliki bacaan lain yang berasal dari cara membaca Chinanya atau on’yomi (bacaan on). Salah satu bacaan on 人 yang akan kita pelajari di sini adalah jin. Ini digunakan di akhir nama negara untuk berarti “orang dari negara …”. Contohnya, 日本人 (nihon-jin) berarti “orang Jepang” dan インドネシア人 (indoneshia-jin) berarti “orang Indonesia”. Inilah contoh kalimatnya: 


年配のアメリカ人と出会ったとき、私が日本人だと言った途端に「第2次世界大戦ではたいへんすまないことをした」と何度も謝られた [3]
nenpai no amerika-jin to deatta toki, watashi ga nihon-jin da to itta totan ni “dai-ni-ji sekai taisen de wa taihen sumanai koto o shita” to nandomo ayamarareta
Waktu saya bertemu dengan seorang Amerika yang sudah tua, begitu saya mengatakan bahwa saya orang Jepang, dia berkali-kali meminta maaf, “Kami telah melakukan hal yang benar-benar tidak bisa dimaafkan waktu Perang Dunia II.”
年配 (nenpai): orang tua
アメリカ (amerika): Amerika
出会う (deau): bertemu
とき (toki): waktu
私 (watashi): saya
日本 (nihon): Jepang
言う (iu): mengatakan
途端 (totan): begitu … langsung …
第…次 (dai…ji): yang ke …
世界 (sekai): dunia
大戦 (taisen): perang besar
たいへん (taihen): sangat, parah, gawat
すまない (sumanai): melakukan hal yang tak bisa dimaafkan
こと (koto): hal
する (suru): melakukan
何度も (nandomo): berkali-kali
謝る (ayamaru): meminta maaf

Tentu saja kita ingin contoh kalimat yang sedikit lebih menarik dari わたしはインドネシア人です :D Toh fokus kita di bagian ini adalah melihat bagaimana kanjinya digunakan di kalimat dunia nyata (yang ternyata bisa rumit!). Perhatikan bahwa bentuk sopan dari sumanai di contoh kalimat tersebut adalah sumimasen.

tatsu sendiri ditulis menggunakan okurigana: 立つ. Inilah contoh kalimatnya:

森田先生に叱られて立たせられた [4]
morita-sensei ni shikararete tataserareta
Saya dimarahi dan dibuat (dihukum) berdiri oleh Pak guru Morita
先生 (sensei): guru
叱る (shikaru): memarahi

Di contoh tersebut 立つ berada dalam konjugasi yang cukup rumit yang artinya “dibuat berdiri”.


僧院の前で多数の僧侶が立っているのを見た [5]
souin no mae de tasuu no souryo ga tatte iru no o mita
Saya melihat banyak biksu sedang berdiri di depan biara
僧院 (souin): biara
前 (mae): depan
多数 (tasuu): banyak
僧侶 (souryo): biksu
       見る (miru): melihat

Sampai jumpa lagi di artikel kanjiku berikutnya! ^^

Kanjiku #6 – Ramalan (卜, 占)

Halo semuanya! hahah, Sensei tahu kalian kangen sama pelajaran kanjiku ini! (dilempar sendal sekampung) Ya, kali ini Sensei kasih materi agak banyak lho, ada 6 materi kanji yang baru yang akan Sensei posting disini. Tapi yang ini dulu yang akan Sensei beritahu ke kalian.

Kali ini kita akan belajar bentuk yang sangat berguna yaitu 卜. Bentuk tersebut muncul di banyak kanji sehingga mengetahuinya akan memudahkan studi kita.

Ramalan: 卜 (uranai)




Bahasa Jepang ramalan adalah uranai. Nemonik yang bisa dibuat misalnya: uratnya naik (menjadi tampak) mendengar ramalan buruk. urat naik → uranai → ramalan:


Kanjinya berbentuk tongkat ramalan. Bayangkan saja tongkat yang diberdirikan di tanah dan dibiarkan jatuh saat kita ingin tahu arah mana yang akan membawa nasib baik.



Jangan lupa kalau masih ada satu daun yang tersisa di tongkatnya!
Inilah urutan guratannya:


Perlu diketahui suatu hal penting yaitu bahwa penulisan katauranai umumnya tidak menggunakan kanji 卜 yang baru kita pelajari. Yang digunakan adalah 占 yang akan kita pelajari di artikel ini juga. Kita mempelajari 卜 karena bentuk tersebut digunakan pada kanji-kanji lain. Saat digunakan pada kanji lain, kita akan menyebut bentuknya sebagai “tongkat ramal” agar lebih kongkrit.

Ramalan: 占 (uranai)


Katanya sama dengan yang baru dipelajari, dan yang berbeda hanyalah kanjinya:


Perhatikan bahwa kanji ini terdiri dari dua komponen yaitu “tongkat ramal” (卜) yang baru kita pelajari dan mulut (口) yang telah dibahas di artikel lain. Bentuk 卜 yang dipakai pada 占 sedikit beda, namun ini adalah hal yang biasa saat suatu kanji dipakai sebagai komponen kanji lain. Dari komponennya, kita bisa membuat nemonik sebagai berikut: Seorang peramal tua sedang menggoyang-goyangkantongkat ramalnya (卜), matanya tertutup dan mulutnya(口) komat-kamit, berusaha mendapat wangsit ramalan.

Urutan menulisnya mudah kalau kamu sudah tahu cara menulis kedua komponennya:



Penggunaan


Ingat bahwa walaupun 卜 dan 占 mengacu pada kata yang sama, yang digunakan dalam penulisan adalah kanji 占. Terlebih lagi, penulisannya menggunakan okurigana i yaitu 占い karena dia bisa berubah menjadi verba uranau (占う, meramal). Ah, kalau begitu kita coba saja menggunakan kedua kata tersebut!


Sampingan: Mengenai okurigana

夢占いをする。
yume-uranai o surumeramal mimpi (literal: melakukan ramalan mimpi)
夢 (yume): mimpi
夢占い (yume-uranai): ramalan mimpi
する (suru): melakukan
人の運勢を占う。
hito no unsei o uranau
meramal keberuntungan seseorang
人 (hito): orang
運勢 (unsei): keberuntungan
占う (uranau): meramal
ネットの占いごっこしたり。[AS FOR ONE DAY: ♪ | 詞]
netto no uranai-gokko shitari(kita dulu) bermain ramal-ramalan di Internet
ネット (netto): Internet
ごっこ (gokko): bermain sesuatu-sesuatuan (dokter-dokteran, koboi-koboian, dsb.)
する (suru): melakukan

gokko sendiri adalah kata yang menarik. Dia menempel pada nomina dan menyatakan permainan sesuatu-sesuatuan. Misalnya gakkou adalah “sekolah”, sehinggagakkou-gokko adalah “bermain sekolah-sekolahan”. Kata gokko mengandung makna pura-pura atau bohong-bohongan.


Nah, karena saat melakukan ramalan di Internet (misal ini) tidak ada peramal sebenarnya dan yang melakukannya adalah program komputer, maka ramalan seperti itu dianggap bohong-bohongan sehingga disebut uranai-gokkodan bukan uranai. Lalu menurut kamus ramalan uranai jiten, kalau kita membeli buku ramalan dan mencobanya ke teman itu juga dianggap uranai-gokko karena kita bukanlah peramal ahli.


Di episode berikutnya, kita akan kembali menemui bentuk卜 pada kanji lain. Sampai jumpa!

Kamis, 10 Maret 2011

Kanjiku #5 – Tanah (土) dan pohon (木)

Kali ini kita akan belajar lagi dua kanji kelas 1 SD. Kanji-kanji yang mudah ini berhubungan dengan alam.

Tanah: 土 (tsuchi)


Bahasa Jepang tanah adalah tsuchi. Nemonik untuk mengingatnya sangat gampang yaitu tanah tsuchi(maksudnya “tanah suci”).
Kanjinya juga sangat sederhana yaitu 土. Bayangkan saja pedang legendaris yang tertancap di tanah, yang hanya bisa dicabut oleh orang terkuat:


Cara menggambarnya seperti berikut:


Pohon: 木 (ki)
Di bahasa Jepang, pohon adalah ki. Untuk mengingatnya, bayangkan kilat yang menyambar pohon:


Dengan sedikit imajinasi, kanjinya yaitu 木 sebetulnya terlihat mirip pohon:


Inilah cara menulisnya yang benar:


Penggunaan

Penggunaan kanji yang telah dipelajari pada nama misalnya 土田晃之 (Tsuchida Teruyuki, pelawak) dan 植木耕助 (Ueki Kousuke, tokoh manga/anime The Law of Ueki). Salah satu taman terbesar di Tokyo yaitu 代々木公園 (Yoyogi Kouen) juga menggunakan kanji yang telah kita pelajari.
Sampingan: Perubahan suara ki menjadi gi
Inilah contoh penggunaannya di kalimat:

木を植えたい。
ki o uetai
Kami ingin menanam pohon.
植える (ueru): menanam
靴に付いた土。
kutsu ni tsuita tsuchi
tanah yang menempel di sepatu
靴 (kutsu): sepatu
付く (tsuku): menempel

Jangan lupa untuk berlatih menulis kanji-kanjinya! Selamat mencoba ^^

Rabu, 09 Maret 2011

Penjumlahan dan pengurangan



Kemarin kita mempelajari kanji 一, 二, 三, dan 十. Seperti dijanjikan, kita sekarang akan menggunakannya untuk sedikit berhitung. Berita buruknya adalah, sebetulnya di matematika, dan untuk hal-hal yang menggunakan angka pada umumnya, kanjinya tidak dipakai lagi! Ya, simbol yang telah kita kenal baik yaitu 0-9 lebih banyak digunakan di zaman modern ini. Namun berita baiknya adalah kanji tersebut belum sepenuhnya hilang! Beberapa istilah umum masih menggunakan kanjinya, dan terkadang ada yang sengaja menggunakan kanjinya untuk memberikan sehembus aura kuno atau kesan klasik.

Contohnya, cover belakang majalah Bungei Shunjuu yang saya punya menggunakan kanji untuk harganya:


Bisa melihat kanji 三 di situ kan? (Harganya adalah 730 yen)

Sekarang kembali ke topik kita kali ini yaitu berhitung. Kita akan belajar penjumlahan dan pengurangan, jadi pertama-tama mari kita pelajari istilahnya.

Menambah

“Menambah” dalam bahasa Jepang adalah 足す (たす, tasu). Nemonik untuk menghafalkannya adalah “tas”. Bayangkan sebuah tas ajaib, dan kamu bisa menambah barang sebanyak apapun ke dalamnya:


Mengurangi


“Mengurangi” dalam bahasa Jepang menggunakan kata 引く (ひく, hiku) yang artinya “menarik”. Nemonik untuk menghafalkannya adalah anak yang menangis. Anak yang sedang menangis karena ngambek tidak mau pulang akan bersuara “hik, hik”. Nah, karena tidak mau diajak, maka orang tuanya terpaksa menariknya:


Hubungan antara “menarik” dengan “mengurangi” bisa dilihat di gambar paling atas artikel ini.


Membaca persamaan

Walaupun tidak umum untuk matematika, kita akansengaja menggunakan kanji karena memang ingin berlatih membacanya. Lihat persamaan berikut:

一 + 一 = 二

Simbol = dibaca は (wa), jadi cara membacanya adalah “いち たす いち は に” (ichi tasu ichi wa ni). Mudah bukan? は (wa) yang kita gunakan adalah partikel topik.

Berikutnya pengurangan:

二 - 一 = 一

Mungkin kamu sedikit pusing (atau geli?) melihat serentetan garis-garis horizontal tersebut. Bertahanlah. Cara membacanya adalah “に ひく いち は いち” (ni hiku ichi wa ichi).


Latihan

Untuk menutup tulisan kali ini, silahkan latihan membaca persamaan-persamaan berikut. Blok bagian yang berwarna abu-abu untuk melihat kuncinya:
SoalKunci jawaban
二 + 一 = 三に たす いち は さん (ni tasu ichi wa san)
三 + 三 + 三 + 一 = 十さん たす さん たす さん たす いち は じゅう (san tasu san tasu san tasu ichi wa juu)
三 - 二 + 一 = 二さん ひく に たす いち は に (san hiku ni tasu ichi wa ni)

Materi besok adalah cara membaca persamaan integral. (bercanda, bercanda!)
Tampilkan postingan dengan label Kanjiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kanjiku. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Maret 2011

Tata aturan penulisan karakter Bahasa Jepang (Kanji)

Diposting oleh Fitria Amanda Putri di Senin, Maret 21, 2011 0 komentar
今日はみんなさん!Yak, masih dengan Sensei di sini dalam Blog Belajar Bahasa Jepang! Waduh, sebenarnya yang ini udah harus saya ketik sebelum Tutorial Watarasebashi, namun saya lupa. Hahaha. Kalau begitu langsung saja ya!

Tata Aturan Penulisan Kanji

Ada dua aturan dalam menulis kanji, yaitu aturan umum dan aturan khusus. Keduanya saling melengkapi, karena aturan ini sangat berpengaruh pada kanji yang akan kalian tulis nantinya. Aturan ini sudah berlaku dan sudah diterapkan di Negeri Tirai Bambu sejak abad ke 5 masehi. Aturan-aturan ini wajib dihafalkan, karena jika tidak dihafal maka kanji yang kamu tulis tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Berikut ini adalah aturan-aturannya.

Aturan Umum

  • Ditulis dari kiri ke kanan. Contohnya: 子



  • Ditulis dari atas ke bawah. Contohnya: 小

  • Goresan horizontal terlebih dahulu, kemudian vertikal. Contohnya: 十


  • Belok ke kiri, kemudian ke kanan. Contohnya: 人


  • Bagian luar kemudian dalam. Contohnya: 田




Aturan Khusus
  • Jika kanji memiliki sisi tengah yang lebih tinggi atau lebar maka sisi tengah di tulis terlebih dahuu, kemudian diikuti sisi kiri dan sisi kanan. Contohnya: 水



  • Jika ada titik di tengah, atas dan kiri atas maka titik ditulis dahulu diikuti goresan berikutnya. Contohnya: 立


  • Titik di sebelah kanan dan di dalam huruf Kanji di tulis terakhir setelah goresan lain diselesaikan. Contohnya: 代


  • Huruf Kanji yang terdapat kata "走" dan radikal "辶" maka ditulis setelah sisi kanan ditulis. Contohnya: 连 dan 廷


  • Jika ada "匸" tulislah garis 一 terlebih dahulu kemudian bagian isi lalu "L". Contohnya: 匠


  • Jika ada "凵" tulislah sisi tengahnya kemudian sisi "凵". Contohnya: 函


Mungkin hanya sampai di sini dulu materi menulis kanji ini! Jangan lupa untuk selalu berlatih dan menghafalkannya. Sampai jumpa!


Sabtu, 12 Maret 2011

Kanjiku #11 – pepohonan (林) dan hutan (森)

Diposting oleh Fitria Amanda Putri di Sabtu, Maret 12, 2011 0 komentar
Sumber gambar: Wikipedia

Di artikel-artikel sebelumnya kita telah belajar berbagai kanji-kanji yang bentuknya relatif sederhana. Nah, bentuk-bentuk sederhana tersebut seringkali dipakai untuk membentuk kanji-kanji lainnya. Sekarang kita akan mempelajari dua kanji tambahan yang dibentuk oleh kanji pohon 木.

Pepohonan: 林 (hayashi)

Kanji pertama untuk menu kali ini adalah hayashi yang artinya pepohonan atau hutan kecil. Kanji tersebut terdiri dari dua pohon, jadi sangat mudah diingat.

Aturan umum dalam menulis kanji adalah menggambar komponen-komponennya dari kiri ke kanan, dan ini juga berlaku di sini. Jadi gambar pohon yang di kiri dulu sebelum yang di kanan:


Hutan: 森 (mori)

Kanji berikutnya yaitu mori yang artinya hutan dan terdiri dari tiga bentuk pohon. Pada dasarnya 林 dan 森 sama-sama berarti kumpulan pohon-pohon, hanya saja umumnya 林 tidak seluas 森 dan pohon-pohon pada 林 tidak sepadat 森. Ini mudah dimengerti karena jumlah pohon pada kanjinya memang lebih banyak pada 森.

Untuk menggambar 森 gunakan prinsip satu lagi yaitu menggambar dari atas ke bawah. Jadi pohon di atas digambar pertama:


Penggunaan

Orang-orang yang menggunakan 林 atau 森 pada namanya

林 maupun 森 bisa cukup kamu sering temukan di nama. Contohnya adalah pemain dorama 林丹丹 (Hayashi Tantan), pemain igo 小林覚 (Kobayashi Satoru), dan penyanyi 森高千里 (Moritaka Chisato). Kalau ada nama orang maupun tempat yang kamu kenal dengan kanji-kanji yang baru kita pelajari, jangan lupa tulis di komentar ya!

Sampingan: Perubahan suara hayashi menjadi bayashi
Inilah contoh penggunaan 林 pada kalimat:

家の後ろの林
ie no ushiro no hayashi
Pepohonan di belakang rumah
家 (ie): rumah
後ろ (ushiro): belakang
この林には種々の昆虫がいる
kono hayashi ni wa shuju no mushi ga iru
Di pepohonan ini ada bermacam serangga
この (kono): ini
種々 (shuju): beragam, bermacam
昆虫 (konchuu): serangga
いる (iru): ada (benda hidup kecuali tumbuhan)

Dan inilah contoh penggunaan 森:

森の中から爆発の音が聞こえた
mori no naka kara bakuhatsu no oto ga kikoeta
Terdengar suara ledakan dari dalam hutan
中 (naka): dalam
から (kara): dari
爆発 (bakuhatsu): ledakan
音 (oto): suara
聞こえる (kikoeru): terdengar
その子は森の奥で迷子になってしまった
sono ko wa mori no oku de maigo ni natte shimatta
Anak itu tersesat di kedalaman hutan
その (sono): itu
子 (ko): anak
奥 (oku): kedalaman
迷子 (maigo): anak hilang/tersesat
なる (naru): menjadi

Mari terus belajar kanji sedikit demi sedikit!

Kanjiku #10 – api (火) dan air (水)

Diposting oleh Fitria Amanda Putri di Sabtu, Maret 12, 2011 0 komentar
Halo semuanya! Materi kanji hari ini sangat berbeda, lho :D Kali ini kita akan belajar dua kanji dasar yang merupakan dua elemen berlawanan di alam: api dan air. Namun sebelumnya kita perlu tahu sekilas dua bentuk dasar yang akan digunakan di artikel ini dan di banyak kanji lainnya.


Bentuk pertama merupakan goresan yang sangat pendek: 丶. Kita akan menyebutnya sebagai bentuk tetesan, percikan, atau hal-hal semacamnya. Bentuk tersebut bisa miring ke kiri maupun ke kanan.


Bentuk kedua terlihat seperti garis tegak: 丨. Kita akan menyebutnya sebagai tongkat.


Ingat bahwa bentuk 丶 dan 丨 secara sendirian tidak membentuk huruf apapun. Kita memberinya sebutan tetesan dan tongkat hanya untuk mempermudah belajar kanji lain saja.


Api: 火 (hi)


Kanji pertama yang akan kita pelajari di sini adalah hi yang berarti “api”. Perhatikan bahwa dia tersusun atas bentuk orang (人) dan dua percikan (丶). Jadi bayangkan saja manusia api, dengan dua percikan di kiri dan kanannya sebagai percikan api yang loncat dari tubuhnya.

Perhatikan urutan menggambarnya:


Air: 水 (mizu)

Kanji berikutnya adalah mizu yang artinya “air”. Cara mengingat bentuknya adalah tongkat (丨) yang dijatuhkan ke air. Bentuk di tengah adalah tongkatnya, dan bayangkan saja garis-garis sisanya sebagai cipratan kacau airnya ke berbagai penjuru. Perhatikan bahwa bentuk tongkat di sini sedikit bengkok ke kiri di bagian bawahnya.

Inilah urutan menulisnya:


Penggunaan


Pada nama, kalian bisa menemukan kanji-kanji ini digunakan di Hino Rei (火野レイ) dan Mizuno Ami (水野亜美) yang merupakan dua tokoh di Sailor Moon.

Inilah contoh-contoh kalimat yang menggunakan 火:

レンジの火を弱くする
renji no hi o yowaku suru
Mengecilkan api kompor (lit: menjadikan api kompor lemah)
レンジ (renji): kompor
弱い (yowai): lemah
する (suru): mengubah sesuatu menjadi sesuatu, melakukan
彼は手を火にかざして暖めた。
kare wa te o hi ni kazashite atatameta
Dia mendekatkan tangannya ke api untuk menghangatkan dirinya.
彼 (kare): dia
手 (te): tangan
かざす (kazasu): mendekatkan tangan (ke api dsb.)
暖める (atatameru): menghangatkan

Berikutnya adalah contoh-contoh kalimat yang memuat 水:


花に水をやる
hana ni mizu o yaru
Menyiram bunga (lit: memberi air pada bunga)
花 (hana): bunga
やる (yaru): memberi
この川の水はとても綺麗です。
kono kawa no mizu wa totemo kirei desu
Air sungai ini sangat bersih.
この (kono): … ini
川 (kawa): sungai
とても (totemo): sangat
       綺麗 (kirei): bersih, cantik

Penutup


Mungkin kamu akan sadar bahwa di sini kita tidak memberikan nemonik apapun untuk kata “hi” maupun “mizu”. Untuk keperluan tersebut, silahkan lihat contoh di artikel-artikel kanjiku sebelumnya dan coba buat nemonik sendiri. Kita akan lebih fokus ke cara mengingat bentuknya dan contoh kata-katanya. Sampai jumpa lagi di artikel kanjiku berikutnya!

Kanjiku #9 – orang (人) dan berdiri (立)

Diposting oleh Fitria Amanda Putri di Sabtu, Maret 12, 2011 0 komentar
Kali ini kita akan mempelajari lagi dua kanji dasar yang diajarkan di kelas 1 SD. Sebagai bonus, kita juga akan mempelajari dua jenis bacaan untuk kanji 人.

Orang: 人 (hito)




Kanji pertama yang akan kita pelajari adalah hito yang berarti “orang”. Cara mengingat kata tersebut cukuplah mudah: ingat saja bahwa Kaisar Hirohito yang kalian kenal di pelajaran sejarah Perang Dunia II adalah orang, bukan dewa. Sekedar catatan, menarik untuk diketahui bahwa dulu orang Jepang percaya kalau kaisar-kaisar Jepang keturunan dewi Amaterasu.

Kanjinya sendiri hanya terdiri dari dua guratan yaitu 人. Bentuknya dengan sederhana mengingatkan kita pada orang yang meregangkan kedua kakinya:


Ingatlah dengan baik urutan menggambarnya, yaitu guratan sebelah kiri terlebih dahulu:


Urutan tersebut sangat penting nantinya untuk membedakannya dengan kanji 入 (masuk) yang bentuknya sangat mirip.


Berdiri: 立 (tatsu)


Kanji berikutnya yang akan kita pelajari adalah tatsu yang artinya berdiri. Ingat saja seorang diktator baik yang menghukum pejabat yang menerima suap dengan cara menyuruhnya berdiri.


Untuk mengingat bentuk kanjinya yaitu 立, bayangkan gelas dengan tutupnya yang berdiri di suatu permukaan:




Inilah urutan menulisnya




Penggunaan


Inilah contoh-contoh kalimat yang menggunakan 人:



私とあの人は同じ大学を志望していました [1]
watashi to ano hito wa onaji daigaku o shibou shite imashita
Saya dan orang itu waktu itu ingin masuk universitas yang sama
私 (watashi): saya
あの (ano): itu
同じ (onaji): sama
大学 (daigaku): universitas
志望 (shibou): keinginan, harapan
する (suru): melakukan
人を愛することは、簡単ではないんですね [2]
hito o ai suru koto wa, kantan de wa nai n desu ne
Mencintai orang lain itu tidak mudah ya?
愛 (ai): cinta
する (suru): melakukan
こと (koto): hal
簡単 (kantan): mudah, sederhana

Perhatikan bahwa 人 sering bermaksud “orang lain”.

hito adalah kata asli Jepang yang artinya orang. Namun kanji 人 memiliki bacaan lain yang berasal dari cara membaca Chinanya atau on’yomi (bacaan on). Salah satu bacaan on 人 yang akan kita pelajari di sini adalah jin. Ini digunakan di akhir nama negara untuk berarti “orang dari negara …”. Contohnya, 日本人 (nihon-jin) berarti “orang Jepang” dan インドネシア人 (indoneshia-jin) berarti “orang Indonesia”. Inilah contoh kalimatnya: 


年配のアメリカ人と出会ったとき、私が日本人だと言った途端に「第2次世界大戦ではたいへんすまないことをした」と何度も謝られた [3]
nenpai no amerika-jin to deatta toki, watashi ga nihon-jin da to itta totan ni “dai-ni-ji sekai taisen de wa taihen sumanai koto o shita” to nandomo ayamarareta
Waktu saya bertemu dengan seorang Amerika yang sudah tua, begitu saya mengatakan bahwa saya orang Jepang, dia berkali-kali meminta maaf, “Kami telah melakukan hal yang benar-benar tidak bisa dimaafkan waktu Perang Dunia II.”
年配 (nenpai): orang tua
アメリカ (amerika): Amerika
出会う (deau): bertemu
とき (toki): waktu
私 (watashi): saya
日本 (nihon): Jepang
言う (iu): mengatakan
途端 (totan): begitu … langsung …
第…次 (dai…ji): yang ke …
世界 (sekai): dunia
大戦 (taisen): perang besar
たいへん (taihen): sangat, parah, gawat
すまない (sumanai): melakukan hal yang tak bisa dimaafkan
こと (koto): hal
する (suru): melakukan
何度も (nandomo): berkali-kali
謝る (ayamaru): meminta maaf

Tentu saja kita ingin contoh kalimat yang sedikit lebih menarik dari わたしはインドネシア人です :D Toh fokus kita di bagian ini adalah melihat bagaimana kanjinya digunakan di kalimat dunia nyata (yang ternyata bisa rumit!). Perhatikan bahwa bentuk sopan dari sumanai di contoh kalimat tersebut adalah sumimasen.

tatsu sendiri ditulis menggunakan okurigana: 立つ. Inilah contoh kalimatnya:

森田先生に叱られて立たせられた [4]
morita-sensei ni shikararete tataserareta
Saya dimarahi dan dibuat (dihukum) berdiri oleh Pak guru Morita
先生 (sensei): guru
叱る (shikaru): memarahi

Di contoh tersebut 立つ berada dalam konjugasi yang cukup rumit yang artinya “dibuat berdiri”.


僧院の前で多数の僧侶が立っているのを見た [5]
souin no mae de tasuu no souryo ga tatte iru no o mita
Saya melihat banyak biksu sedang berdiri di depan biara
僧院 (souin): biara
前 (mae): depan
多数 (tasuu): banyak
僧侶 (souryo): biksu
       見る (miru): melihat

Sampai jumpa lagi di artikel kanjiku berikutnya! ^^

Kanjiku #6 – Ramalan (卜, 占)

Diposting oleh Fitria Amanda Putri di Sabtu, Maret 12, 2011 0 komentar
Halo semuanya! hahah, Sensei tahu kalian kangen sama pelajaran kanjiku ini! (dilempar sendal sekampung) Ya, kali ini Sensei kasih materi agak banyak lho, ada 6 materi kanji yang baru yang akan Sensei posting disini. Tapi yang ini dulu yang akan Sensei beritahu ke kalian.

Kali ini kita akan belajar bentuk yang sangat berguna yaitu 卜. Bentuk tersebut muncul di banyak kanji sehingga mengetahuinya akan memudahkan studi kita.

Ramalan: 卜 (uranai)




Bahasa Jepang ramalan adalah uranai. Nemonik yang bisa dibuat misalnya: uratnya naik (menjadi tampak) mendengar ramalan buruk. urat naik → uranai → ramalan:


Kanjinya berbentuk tongkat ramalan. Bayangkan saja tongkat yang diberdirikan di tanah dan dibiarkan jatuh saat kita ingin tahu arah mana yang akan membawa nasib baik.



Jangan lupa kalau masih ada satu daun yang tersisa di tongkatnya!
Inilah urutan guratannya:


Perlu diketahui suatu hal penting yaitu bahwa penulisan katauranai umumnya tidak menggunakan kanji 卜 yang baru kita pelajari. Yang digunakan adalah 占 yang akan kita pelajari di artikel ini juga. Kita mempelajari 卜 karena bentuk tersebut digunakan pada kanji-kanji lain. Saat digunakan pada kanji lain, kita akan menyebut bentuknya sebagai “tongkat ramal” agar lebih kongkrit.

Ramalan: 占 (uranai)


Katanya sama dengan yang baru dipelajari, dan yang berbeda hanyalah kanjinya:


Perhatikan bahwa kanji ini terdiri dari dua komponen yaitu “tongkat ramal” (卜) yang baru kita pelajari dan mulut (口) yang telah dibahas di artikel lain. Bentuk 卜 yang dipakai pada 占 sedikit beda, namun ini adalah hal yang biasa saat suatu kanji dipakai sebagai komponen kanji lain. Dari komponennya, kita bisa membuat nemonik sebagai berikut: Seorang peramal tua sedang menggoyang-goyangkantongkat ramalnya (卜), matanya tertutup dan mulutnya(口) komat-kamit, berusaha mendapat wangsit ramalan.

Urutan menulisnya mudah kalau kamu sudah tahu cara menulis kedua komponennya:



Penggunaan


Ingat bahwa walaupun 卜 dan 占 mengacu pada kata yang sama, yang digunakan dalam penulisan adalah kanji 占. Terlebih lagi, penulisannya menggunakan okurigana i yaitu 占い karena dia bisa berubah menjadi verba uranau (占う, meramal). Ah, kalau begitu kita coba saja menggunakan kedua kata tersebut!


Sampingan: Mengenai okurigana

夢占いをする。
yume-uranai o surumeramal mimpi (literal: melakukan ramalan mimpi)
夢 (yume): mimpi
夢占い (yume-uranai): ramalan mimpi
する (suru): melakukan
人の運勢を占う。
hito no unsei o uranau
meramal keberuntungan seseorang
人 (hito): orang
運勢 (unsei): keberuntungan
占う (uranau): meramal
ネットの占いごっこしたり。[AS FOR ONE DAY: ♪ | 詞]
netto no uranai-gokko shitari(kita dulu) bermain ramal-ramalan di Internet
ネット (netto): Internet
ごっこ (gokko): bermain sesuatu-sesuatuan (dokter-dokteran, koboi-koboian, dsb.)
する (suru): melakukan

gokko sendiri adalah kata yang menarik. Dia menempel pada nomina dan menyatakan permainan sesuatu-sesuatuan. Misalnya gakkou adalah “sekolah”, sehinggagakkou-gokko adalah “bermain sekolah-sekolahan”. Kata gokko mengandung makna pura-pura atau bohong-bohongan.


Nah, karena saat melakukan ramalan di Internet (misal ini) tidak ada peramal sebenarnya dan yang melakukannya adalah program komputer, maka ramalan seperti itu dianggap bohong-bohongan sehingga disebut uranai-gokkodan bukan uranai. Lalu menurut kamus ramalan uranai jiten, kalau kita membeli buku ramalan dan mencobanya ke teman itu juga dianggap uranai-gokko karena kita bukanlah peramal ahli.


Di episode berikutnya, kita akan kembali menemui bentuk卜 pada kanji lain. Sampai jumpa!

Kamis, 10 Maret 2011

Kanjiku #5 – Tanah (土) dan pohon (木)

Diposting oleh Fitria Amanda Putri di Kamis, Maret 10, 2011 0 komentar
Kali ini kita akan belajar lagi dua kanji kelas 1 SD. Kanji-kanji yang mudah ini berhubungan dengan alam.

Tanah: 土 (tsuchi)


Bahasa Jepang tanah adalah tsuchi. Nemonik untuk mengingatnya sangat gampang yaitu tanah tsuchi(maksudnya “tanah suci”).
Kanjinya juga sangat sederhana yaitu 土. Bayangkan saja pedang legendaris yang tertancap di tanah, yang hanya bisa dicabut oleh orang terkuat:


Cara menggambarnya seperti berikut:


Pohon: 木 (ki)
Di bahasa Jepang, pohon adalah ki. Untuk mengingatnya, bayangkan kilat yang menyambar pohon:


Dengan sedikit imajinasi, kanjinya yaitu 木 sebetulnya terlihat mirip pohon:


Inilah cara menulisnya yang benar:


Penggunaan

Penggunaan kanji yang telah dipelajari pada nama misalnya 土田晃之 (Tsuchida Teruyuki, pelawak) dan 植木耕助 (Ueki Kousuke, tokoh manga/anime The Law of Ueki). Salah satu taman terbesar di Tokyo yaitu 代々木公園 (Yoyogi Kouen) juga menggunakan kanji yang telah kita pelajari.
Sampingan: Perubahan suara ki menjadi gi
Inilah contoh penggunaannya di kalimat:

木を植えたい。
ki o uetai
Kami ingin menanam pohon.
植える (ueru): menanam
靴に付いた土。
kutsu ni tsuita tsuchi
tanah yang menempel di sepatu
靴 (kutsu): sepatu
付く (tsuku): menempel

Jangan lupa untuk berlatih menulis kanji-kanjinya! Selamat mencoba ^^

Rabu, 09 Maret 2011

Penjumlahan dan pengurangan

Diposting oleh Fitria Amanda Putri di Rabu, Maret 09, 2011 0 komentar


Kemarin kita mempelajari kanji 一, 二, 三, dan 十. Seperti dijanjikan, kita sekarang akan menggunakannya untuk sedikit berhitung. Berita buruknya adalah, sebetulnya di matematika, dan untuk hal-hal yang menggunakan angka pada umumnya, kanjinya tidak dipakai lagi! Ya, simbol yang telah kita kenal baik yaitu 0-9 lebih banyak digunakan di zaman modern ini. Namun berita baiknya adalah kanji tersebut belum sepenuhnya hilang! Beberapa istilah umum masih menggunakan kanjinya, dan terkadang ada yang sengaja menggunakan kanjinya untuk memberikan sehembus aura kuno atau kesan klasik.

Contohnya, cover belakang majalah Bungei Shunjuu yang saya punya menggunakan kanji untuk harganya:


Bisa melihat kanji 三 di situ kan? (Harganya adalah 730 yen)

Sekarang kembali ke topik kita kali ini yaitu berhitung. Kita akan belajar penjumlahan dan pengurangan, jadi pertama-tama mari kita pelajari istilahnya.

Menambah

“Menambah” dalam bahasa Jepang adalah 足す (たす, tasu). Nemonik untuk menghafalkannya adalah “tas”. Bayangkan sebuah tas ajaib, dan kamu bisa menambah barang sebanyak apapun ke dalamnya:


Mengurangi


“Mengurangi” dalam bahasa Jepang menggunakan kata 引く (ひく, hiku) yang artinya “menarik”. Nemonik untuk menghafalkannya adalah anak yang menangis. Anak yang sedang menangis karena ngambek tidak mau pulang akan bersuara “hik, hik”. Nah, karena tidak mau diajak, maka orang tuanya terpaksa menariknya:


Hubungan antara “menarik” dengan “mengurangi” bisa dilihat di gambar paling atas artikel ini.


Membaca persamaan

Walaupun tidak umum untuk matematika, kita akansengaja menggunakan kanji karena memang ingin berlatih membacanya. Lihat persamaan berikut:

一 + 一 = 二

Simbol = dibaca は (wa), jadi cara membacanya adalah “いち たす いち は に” (ichi tasu ichi wa ni). Mudah bukan? は (wa) yang kita gunakan adalah partikel topik.

Berikutnya pengurangan:

二 - 一 = 一

Mungkin kamu sedikit pusing (atau geli?) melihat serentetan garis-garis horizontal tersebut. Bertahanlah. Cara membacanya adalah “に ひく いち は いち” (ni hiku ichi wa ichi).


Latihan

Untuk menutup tulisan kali ini, silahkan latihan membaca persamaan-persamaan berikut. Blok bagian yang berwarna abu-abu untuk melihat kuncinya:
SoalKunci jawaban
二 + 一 = 三に たす いち は さん (ni tasu ichi wa san)
三 + 三 + 三 + 一 = 十さん たす さん たす さん たす いち は じゅう (san tasu san tasu san tasu ichi wa juu)
三 - 二 + 一 = 二さん ひく に たす いち は に (san hiku ni tasu ichi wa ni)

Materi besok adalah cara membaca persamaan integral. (bercanda, bercanda!)