Kamis, 11 November 2010

Panduan Memepelajari Bahasa Jepang – BAB 5 – PARTIKEL

Panduan Memepelajari Bahasa Jepang – BAB 5 – PARTIKEL (Joshi)

-ooOoo-

Partikel merupakan salah satu kelas kata yang tidak dapat berdiri sendiri, tidak dapat berubah bentuk, dan dalam penggunaannya selalu menempel pada sebuah kata lain. Namun, partikel merupakan salah satu unsur yang penting dalam Bahasa Jepang, sebab berfungsi untuk menunjukkan hubungan antarkata dan menerangkan arti kata itu sendiri.
 
-ooOoo-

* Partikel “Wa” [は]

Partikel ini memang berbentuk huruf “Ha” dalam Bahasa Jepang, namun jika ada yang membaca huruf latin/romaji, banyak yang salah dalam penulisan partikel ini. Kebanyakan dari mereka menuliskan partikel ini dengan huruf “Wa” [わ], bukan “Ha” [は] yang dibaca “Wa” dalam partikel. Fungsi partikel ini adalah untuk menyertakan topik dalam sebuah kalimat. Perhatikan contoh berikut ini!

-    Ano tatemono wa ooki desu. (Bangunan itu besar.)
-    Kyou wa Nichiyoubi desu. (Hari ini adalah hari Minggu)
-    Yoshi-san wa kirei desu. (Yoshi cantik.)
-ooOoo-

* Partikel “Ga” [が]

Dalam Bahasa Jepang, partikel “Ga” menunjukkan beberapa fungsi. Di ataranya adalah sebagai berikut :

1.    Menunjukkan Subjek dari Predikat.
2.    Menunjukkan Keberadaan.

Jika partikel “Ga” berfungsi untuk menunjukkan subjek dari predikat, beginilah pola kalimatnya :
Sakura ga sateimasu. (Bunga Sakura sedang bermekaran.)
Doa ga akimashita. (Pintu terbuka.)

Sebaliknya, jika partikel “Ga” berfungsi untuk menunjukkan keberadaan, baik itu benda hidup maupun benda mati, beginilah pola kalimatnya :

Asoko ni yuubinkyoku ga arimasu. (Disana ada kantor pos.)
Gakusei ga 40 jin desu. (Ada empat puluh orang siswa.)
-ooOoo-

* Partikel “No” [の]

Dalam Bahasa Jepang, partikel “No” memiliki beberapa fungsi utama, yakni menyatakan kepemilikan, buatan, dan asal.

Jika menyatakan kepemilikan, pola kalimatnya sebagai berikut :

~ Kore wa watashi no hon desu. (Ini adalah buku milik saya.)
~ Sore wa Daisuke-san no jidousha desu. (Itu adalah mobil Daisuke.)
~ Michi-san no keitaidenwa desu. (Telepon genggam milik michi)
~ Fukurou-san no saifu desu. (Dompet milik Fukurou.)

Jika menyatakan buatan, pola kalimatnya sebagai berikut :

~ Nihon no katana desu. (Pedang buatan Jepang.)
~ Chuugoku no terebi desu. (Televisi buatan Cina.)
~ Tai no kutsu desu. (Sepatu buatan Thailand.)

Jika menyatakan asal, pola kalimatnya sebagai berikut :

~ Rao-san wan Indo no gakusei desu. (Rao adalah murid asal India.)
~ Mario-san wa Amerika no ongakuka desu. (Mario adalah pemusik asal Amerika.)
~ Hideo-san wa Nihon no sensei desu. (Hideo adalah pengajar asal Jepang.)
-ooOoo-

* Partikel “To” [と]

Partikel “To” dalam Bahasa Jepang memiliki makna dan yang berfungsi sebagai penghubung antara kata dalam sebuah kalimat. Berikut ini adalah penggunaan partikel “To” dalam contoh kalimat dalam Bahasa Jepang.

~ Kaban no naka ni hon to enpitsu ga arimasu. (Ada buku dan pensil di dalam tas.)
~ Chinmei-san to Sayuri-san wa toshokan de hon wo yomimasu. (Chinmei dan Sayuri membaca buku di perpustakaan.)
~ Watashi wa gohan to tamagoyaki wo tabemasu. (Saya makan nasi dan telur goreng.)

Jika digunakan dalam kalimat pembanding yang menyebutkan benda-benda secara konkrit, maka partikel “To” berfungsi untuk menunjukkan apa saja yang dibandingkan. Berikut adalah contoh kalimatnya :

~Koohi to koucha to, dochira ga ii desuka? (Kopi dan teh, mau yang mana?)
~ Morning Musume to C-ute to, dochira ga suki desuka? (Morning Musume dan C-ute, mana yang kamu suka?)
~ Sakka to yakyuu to, dochira ga jouzu desuka? (Sepak bola dan baseball, mana yang kamu pintar memainkannya?)
-ooOoo-

•    Partikel “Wo” [を]

Partikel “Wo” adalah partikel yang berungsi untuk menerangkan pembaca bahwa dalam kalimat, seseorang sedang melakukan atau mengerjakan suatu pekerjaan. Sama seperti partikel “Wa”, partikel “Wo” juga ada perbedaan. Perbedaannya adalah jika partikel “Wa” dituliskan dengan huruf “Ha” [は], sedangka partikel “Wo” tetap ditulis dengan huruf “Wo”, namun jika dibaca menggunakan huruf “O” Berikut ini adalah contoh kalimat yang menggunakan partikel “Wo” :

~ Me wo tojiru. Dibaca = me o tojiru. (Menutup mata.)
~ Hon wo Yomimasu. Dibaca = hon o yomimasu. (membaca buku.)
~ Sora wo tobiru. Dibaca = sora o tobiru. (terbang ke langit.)
-ooOoo-

* Partikel “Ya” [や]

Partikel ini berfungsi untuk menyebutkan berbagai barang atau benda. Seperti halnya partikel “To”, partikel “Ya” biasa digunakan untuk menghubungkan kata benda dengan kata benda lain, tetapi jika partikel “To” diwjibkan untuk menyebutkan benda satu per satu, kalau menggunakan partikel “Ya” maka semua barang atau benda tidak harus disebutkan, cukup menyebutkan dua atau tiga barang yang mewakili semuanya. Berikut adalah contoh kalimat yang menggunakan partikel “Ya” :

~ Heya ni beddo ya tsukue ya isu ga arimasu. (Di kamar ada tempat tidur, meja, kursi, dsb.)
~ Sono mise wa omocha ya geemu ya pasokon wo urimasu. (Di toko iu menjual mainan, game, komputer, dsb.)
~ Nihon ni wa Tokyo ya Kyoto ya Osaka to iu machi ga arimasu. (Di Jepang ada kota yang bernama Tokyo, Kyoto, Osaka, dsb.)
-ooOoo-

* Partikel “Mo” [も]

Partikel ini berfungsi untuk menyebutkan berbagai barang atau benda. Seperti halnya partikel “To” dan partikel “Ya”, partikel “Mo” digunakan untuk menggabungkan keterangan tambahan atau kata penjelas pada satu kalimat. Intinya, untuk mempersingkat kalimat tersebut agar tidak susah-susah untuk dibaca. Berikut adalah contohnya :

~ Tanaka-san wa Nihonjin desu. (Tanaka adalah orang Jepang)
Seiko-san wa Nihonjin desu. (Seiko adalah orang Jepang)
Tanaka-san mo Seiko-san mo Nihonjin desu. (Tanaka dan Seiko adalah orang Jepang.)
~ Kore wa watashi no hon des. (Ini buku saya.)
Sore wa watashi no hon desu. (Itu buku saya.)
Kore mo sore mo watashi no hon desu. (Ini dan itu adalah buku saya.)

Berdasarkan kalimat di atas, dapat disimpulkan pola kalimat sebagai berikut.
~ A wa C desu. (A adalah C.)
B wa C desu. (B adalah C.)
A mo B mo C desu. (Baik A maupun B adalah C.)
-ooOoo-

* Partikel “De” [で]

Partikel “De” sebenarnya sama seperti partikel “To”, partikel “Ya” dan partikel “Mo”. Hanya saja, partikel ini bersifat untuk menggabungkan dua buah atau lebih dari kata keterangan. Biasanya kata keterangan tersebut adalah profesi seseorang atau pekerjaan seseorang. Berikut adalah contoh kalimatnya :

~ Matsumoto-san wa eigo no sensei desu. (Matsumoto adalah seorang guru bahasa Inggris.)
Matsumoto-san wa chosha desu. (Matsumoto adalah seorang penulis.)
Matsumoto-san wa eigo no sensei de chosha desu. (Matsumoto adalah seorang guru bahasa Inggris dan seorang penulis.)

Berdasarkan kalimat diatas, dapat disimpulkan pola sebagai berikut :
~ A wa C desu. (A adalah C.)
A wa D desu. (B adalah C.)
A wa C mo D desu. (A adalah C dan D.)



Bab 5 - PARTIKEL, selesai. Semoga pelajaran hari ini dapat bermanfaat bagi kalian semua. Silakan dicoba kembali! Jika ada pertanyaan atau komentar, dapat mengirimkan pesan ke nomor 085718462154 seputar pelajaran Bahasa Jepang yang saya ajarkan ini. Mata ashita, ganbatte yo!

0 komentar:

Poskan Komentar

Kamis, 11 November 2010

Panduan Memepelajari Bahasa Jepang – BAB 5 – PARTIKEL

Diposkan oleh Fitria Amanda Putri di Kamis, November 11, 2010
Reaksi: 
Panduan Memepelajari Bahasa Jepang – BAB 5 – PARTIKEL (Joshi)

-ooOoo-

Partikel merupakan salah satu kelas kata yang tidak dapat berdiri sendiri, tidak dapat berubah bentuk, dan dalam penggunaannya selalu menempel pada sebuah kata lain. Namun, partikel merupakan salah satu unsur yang penting dalam Bahasa Jepang, sebab berfungsi untuk menunjukkan hubungan antarkata dan menerangkan arti kata itu sendiri.
 
-ooOoo-

* Partikel “Wa” [は]

Partikel ini memang berbentuk huruf “Ha” dalam Bahasa Jepang, namun jika ada yang membaca huruf latin/romaji, banyak yang salah dalam penulisan partikel ini. Kebanyakan dari mereka menuliskan partikel ini dengan huruf “Wa” [わ], bukan “Ha” [は] yang dibaca “Wa” dalam partikel. Fungsi partikel ini adalah untuk menyertakan topik dalam sebuah kalimat. Perhatikan contoh berikut ini!

-    Ano tatemono wa ooki desu. (Bangunan itu besar.)
-    Kyou wa Nichiyoubi desu. (Hari ini adalah hari Minggu)
-    Yoshi-san wa kirei desu. (Yoshi cantik.)
-ooOoo-

* Partikel “Ga” [が]

Dalam Bahasa Jepang, partikel “Ga” menunjukkan beberapa fungsi. Di ataranya adalah sebagai berikut :

1.    Menunjukkan Subjek dari Predikat.
2.    Menunjukkan Keberadaan.

Jika partikel “Ga” berfungsi untuk menunjukkan subjek dari predikat, beginilah pola kalimatnya :
Sakura ga sateimasu. (Bunga Sakura sedang bermekaran.)
Doa ga akimashita. (Pintu terbuka.)

Sebaliknya, jika partikel “Ga” berfungsi untuk menunjukkan keberadaan, baik itu benda hidup maupun benda mati, beginilah pola kalimatnya :

Asoko ni yuubinkyoku ga arimasu. (Disana ada kantor pos.)
Gakusei ga 40 jin desu. (Ada empat puluh orang siswa.)
-ooOoo-

* Partikel “No” [の]

Dalam Bahasa Jepang, partikel “No” memiliki beberapa fungsi utama, yakni menyatakan kepemilikan, buatan, dan asal.

Jika menyatakan kepemilikan, pola kalimatnya sebagai berikut :

~ Kore wa watashi no hon desu. (Ini adalah buku milik saya.)
~ Sore wa Daisuke-san no jidousha desu. (Itu adalah mobil Daisuke.)
~ Michi-san no keitaidenwa desu. (Telepon genggam milik michi)
~ Fukurou-san no saifu desu. (Dompet milik Fukurou.)

Jika menyatakan buatan, pola kalimatnya sebagai berikut :

~ Nihon no katana desu. (Pedang buatan Jepang.)
~ Chuugoku no terebi desu. (Televisi buatan Cina.)
~ Tai no kutsu desu. (Sepatu buatan Thailand.)

Jika menyatakan asal, pola kalimatnya sebagai berikut :

~ Rao-san wan Indo no gakusei desu. (Rao adalah murid asal India.)
~ Mario-san wa Amerika no ongakuka desu. (Mario adalah pemusik asal Amerika.)
~ Hideo-san wa Nihon no sensei desu. (Hideo adalah pengajar asal Jepang.)
-ooOoo-

* Partikel “To” [と]

Partikel “To” dalam Bahasa Jepang memiliki makna dan yang berfungsi sebagai penghubung antara kata dalam sebuah kalimat. Berikut ini adalah penggunaan partikel “To” dalam contoh kalimat dalam Bahasa Jepang.

~ Kaban no naka ni hon to enpitsu ga arimasu. (Ada buku dan pensil di dalam tas.)
~ Chinmei-san to Sayuri-san wa toshokan de hon wo yomimasu. (Chinmei dan Sayuri membaca buku di perpustakaan.)
~ Watashi wa gohan to tamagoyaki wo tabemasu. (Saya makan nasi dan telur goreng.)

Jika digunakan dalam kalimat pembanding yang menyebutkan benda-benda secara konkrit, maka partikel “To” berfungsi untuk menunjukkan apa saja yang dibandingkan. Berikut adalah contoh kalimatnya :

~Koohi to koucha to, dochira ga ii desuka? (Kopi dan teh, mau yang mana?)
~ Morning Musume to C-ute to, dochira ga suki desuka? (Morning Musume dan C-ute, mana yang kamu suka?)
~ Sakka to yakyuu to, dochira ga jouzu desuka? (Sepak bola dan baseball, mana yang kamu pintar memainkannya?)
-ooOoo-

•    Partikel “Wo” [を]

Partikel “Wo” adalah partikel yang berungsi untuk menerangkan pembaca bahwa dalam kalimat, seseorang sedang melakukan atau mengerjakan suatu pekerjaan. Sama seperti partikel “Wa”, partikel “Wo” juga ada perbedaan. Perbedaannya adalah jika partikel “Wa” dituliskan dengan huruf “Ha” [は], sedangka partikel “Wo” tetap ditulis dengan huruf “Wo”, namun jika dibaca menggunakan huruf “O” Berikut ini adalah contoh kalimat yang menggunakan partikel “Wo” :

~ Me wo tojiru. Dibaca = me o tojiru. (Menutup mata.)
~ Hon wo Yomimasu. Dibaca = hon o yomimasu. (membaca buku.)
~ Sora wo tobiru. Dibaca = sora o tobiru. (terbang ke langit.)
-ooOoo-

* Partikel “Ya” [や]

Partikel ini berfungsi untuk menyebutkan berbagai barang atau benda. Seperti halnya partikel “To”, partikel “Ya” biasa digunakan untuk menghubungkan kata benda dengan kata benda lain, tetapi jika partikel “To” diwjibkan untuk menyebutkan benda satu per satu, kalau menggunakan partikel “Ya” maka semua barang atau benda tidak harus disebutkan, cukup menyebutkan dua atau tiga barang yang mewakili semuanya. Berikut adalah contoh kalimat yang menggunakan partikel “Ya” :

~ Heya ni beddo ya tsukue ya isu ga arimasu. (Di kamar ada tempat tidur, meja, kursi, dsb.)
~ Sono mise wa omocha ya geemu ya pasokon wo urimasu. (Di toko iu menjual mainan, game, komputer, dsb.)
~ Nihon ni wa Tokyo ya Kyoto ya Osaka to iu machi ga arimasu. (Di Jepang ada kota yang bernama Tokyo, Kyoto, Osaka, dsb.)
-ooOoo-

* Partikel “Mo” [も]

Partikel ini berfungsi untuk menyebutkan berbagai barang atau benda. Seperti halnya partikel “To” dan partikel “Ya”, partikel “Mo” digunakan untuk menggabungkan keterangan tambahan atau kata penjelas pada satu kalimat. Intinya, untuk mempersingkat kalimat tersebut agar tidak susah-susah untuk dibaca. Berikut adalah contohnya :

~ Tanaka-san wa Nihonjin desu. (Tanaka adalah orang Jepang)
Seiko-san wa Nihonjin desu. (Seiko adalah orang Jepang)
Tanaka-san mo Seiko-san mo Nihonjin desu. (Tanaka dan Seiko adalah orang Jepang.)
~ Kore wa watashi no hon des. (Ini buku saya.)
Sore wa watashi no hon desu. (Itu buku saya.)
Kore mo sore mo watashi no hon desu. (Ini dan itu adalah buku saya.)

Berdasarkan kalimat di atas, dapat disimpulkan pola kalimat sebagai berikut.
~ A wa C desu. (A adalah C.)
B wa C desu. (B adalah C.)
A mo B mo C desu. (Baik A maupun B adalah C.)
-ooOoo-

* Partikel “De” [で]

Partikel “De” sebenarnya sama seperti partikel “To”, partikel “Ya” dan partikel “Mo”. Hanya saja, partikel ini bersifat untuk menggabungkan dua buah atau lebih dari kata keterangan. Biasanya kata keterangan tersebut adalah profesi seseorang atau pekerjaan seseorang. Berikut adalah contoh kalimatnya :

~ Matsumoto-san wa eigo no sensei desu. (Matsumoto adalah seorang guru bahasa Inggris.)
Matsumoto-san wa chosha desu. (Matsumoto adalah seorang penulis.)
Matsumoto-san wa eigo no sensei de chosha desu. (Matsumoto adalah seorang guru bahasa Inggris dan seorang penulis.)

Berdasarkan kalimat diatas, dapat disimpulkan pola sebagai berikut :
~ A wa C desu. (A adalah C.)
A wa D desu. (B adalah C.)
A wa C mo D desu. (A adalah C dan D.)



Bab 5 - PARTIKEL, selesai. Semoga pelajaran hari ini dapat bermanfaat bagi kalian semua. Silakan dicoba kembali! Jika ada pertanyaan atau komentar, dapat mengirimkan pesan ke nomor 085718462154 seputar pelajaran Bahasa Jepang yang saya ajarkan ini. Mata ashita, ganbatte yo!

0 komentar on "Panduan Memepelajari Bahasa Jepang – BAB 5 – PARTIKEL"

Poskan Komentar